2/3/17

Keutamaan Jihad di Laut

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَدْخُلُ عَلَى أُمِّ حَرَامٍ بِنْتِ مِلْحَانَ فَتُطْعِمُهُ وَكَانَتْ أُمُّ حَرَامٍ تَحْتَ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ فَدَخَلَ عَلَيْهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا فَأَطْعَمَتْهُ ثُمَّ جَلَسَتْ تَفْلِي رَأْسَهُ فَنَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ اسْتَيْقَظَ وَهُوَ يَضْحَكُ قَالَتْ فَقُلْتُ مَا يُضْحِكُكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ نَاسٌ مِنْ أُمَّتِي عُرِضُوا عَلَيَّ غُزَاةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَرْكَبُونَ ثَبَجَ هَذَا الْبَحْرِ مُلُوكًا عَلَى الْأَسِرَّةِ أَوْ مِثْلَ الْمُلُوكِ عَلَى الْأَسِرَّةِ يَشُكُّ أَيَّهُمَا قَالَ قَالَتْ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ فَدَعَا لَهَا ثُمَّ وَضَعَ رَأْسَهُ فَنَامَ ثُمَّ اسْتَيْقَظَ وَهُوَ يَضْحَكُ قَالَتْ فَقُلْتُ مَا يُضْحِكُكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ نَاسٌ مِنْ أُمَّتِي عُرِضُوا عَلَيَّ غُزَاةً فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَا قَالَ فِي الْأُولَى قَالَتْ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَنِي مِنْهُمْ قَالَ أَنْتِ مِنْ الْأَوَّلِينَ فَرَكِبَتْ أُمُّ حَرَامٍ بِنْتُ مِلْحَانَ الْبَحْرَ فِي زَمَنِ مُعَاوِيَةَ فَصُرِعَتْ عَنْ دَابَّتِهَا حِينَ خَرَجَتْ مِنْ الْبَحْرِ فَهَلَكَتْ
Dari Anas bin Malik RA, bahwa Rasulullah SAW pernah bertamu kepada Ummu Haram binti
Milhan. Kemudian, Ummu Haram binti Milhan menyuguhkan makanan untuk Rasulullah. Di hari yang lain. Rasulullah SAW kembali bertamu ke rumah Ummu Haram binti Milhan. istri Ubadah bin Shamit. Seperti biasa, Ummu Haram binti Milhan pun menyuguhkan makanan untuk beliau. Setelah itu ia duduk di atas lantai sambil menundukkan kepalanya, sementara Rasulullah SAW tengah tertidur di atas lantai. Ketika terbangun dari tidur, Rasulullah SAW langsung tersenyum. Hal ini membuat Ummu Haram heran seraya bertanya, "Ya Rasulullah. apa yang membuat engkau tersenyum seperti itu?" Rasulullah pun langsung menjawab, "Hai Ummu Haram, ketahuilah (bahwa dalam mimpiku) ada beberapa orang dari umatku yang menawarkan dirinya kepadaku untuk menjadi pasukan perang di jalan Allah. Mereka akan mengarungi lautan dan samudera yang luas dengan menaiki kapal lautnya menuju raja-raja yang lalim." Lalu Ummu Haram binti Milhan berkata, "Ya Rasulullah. mohonkanlah kepada Allah agar menjadikan saya termasuk dalam golongan mereka." Kemudian Rasulullah SAW mendoakannya, lalu tertidur kembali. Ketika terbangun dari tidurnya, beliau pun tersenyum seperti semula. Ummu Haram bertanya, "Ya Rasulullah, apa yang membuat engkau tersenyum kembali?" Rasulullah pun langsung menjawab, "Hai Ummu Haram, ketahuilah (bahwa dalam mimpiku) ada beberapa orang dari umatku yang menawarkan dirinya kepadaku untuk menjadi pasukan perang di jalan Allah... (lafazh haditsnya seperti yang pertama) Mereka akan mengarungi lautan dan samudra yang luas dengan menaiki kapal lautnya menuju raja-raja yang lalim." Ummu Haram binti Milhan berkata, "Ya Rasulullah, mohonkanlah kepada Allah agar menjadikan saya termasuk dalam golongan mereka." Lalu Rasulullah menjawab, "Hai Ummu Haram, ketahuilah bahwa kamu pasti termasuk orang-orang yang pertama dalam pasukan perang tersebut' Akhirnya pada masa dinasti Mua'wiyah, Ummu Haram binti Milhan dapat ikut mengarungi lautan. Akan tetapi, begitu ia hendak turun dari kapal laut, hewan kendaraan yang ditungganginya terpeleset jatuh hingga ia meninggal dunia. {Muslim 6/49-50}