2/20/17

Keringanan Dalam Memberi Nama

عن جَابِر بْن عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ أَرَادَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَنْهَى عَنْ أَنْ يُسَمَّى بِيَعْلَى وَبِبَرَكَةَ وَبِأَفْلَحَ وَبِيَسَارٍ وَبِنَافِعٍ وَبِنَحْوِ ذَلِكَ ثُمَّ رَأَيْتُهُ سَكَتَ بَعْدُ عَنْهَا فَلَمْ يَقُلْ شَيْئًا ثُمَّ قُبِضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَمْ يَنْهَ عَنْ ذَلِكَ ثُمَّ أَرَادَ عُمَرُ أَنْ يَنْهَى عَنْ ذَلِكَ ثُمَّ تَرَكَهُ
Dari Jabir bin Abdullah RA, dia berkata, "Rasulullah SAW hendak melarang memberi nama Ya'la,
Barakah, Aflah, Nafi' dan lain sebagainya. Setelah itu, saya melihat beliau diam tentang hal itu dan tidak mengucapkan sepatah kata pun. Tak berapa lama kemudian, Rasulullah SAW meninggal dunia dan tidak sempat untuk melarang hal itu. Kemudian Umar bin Khaththab hendak melarang hal itu, tetapi akhirnya ia tinggalkan." {Muslim 6/172}