قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَوْضِي مَسِيرَةُ شَهْرٍ وَزَوَايَاهُ سَوَاءٌ وَمَاؤُهُ أَبْيَضُ مِنْ الْوَرِقِ وَرِيحُهُ أَطْيَبُ مِنْ الْمِسْكِ وَكِيزَانُهُ كَنُجُومِ السَّمَاءِ فَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ فَلَا يَظْمَأُ بَعْدَهُ أَبَدًا. قَالَ وَقَالَتْ أَسْمَاءُ بِنْتُ أَبِي بَكْرٍ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي عَلَى الْحَوْضِ حَتَّى أَنْظُرَ مَنْ يَرِدُ عَلَيَّ مِنْكُمْ وَسَيُؤْخَذُ أُنَاسٌ دُونِي فَأَقُولُ يَا رَبِّ مِنِّي وَمِنْ أُمَّتِي فَيُقَالُ أَمَا شَعَرْتَ مَا عَمِلُوا بَعْدَكَ وَاللَّهِ مَا بَرِحُوا بَعْدَكَ يَرْجِعُونَ عَلَى أَعْقَابِهِمْ قَالَ فَكَانَ ابْنُ أَبِي مُلَيْكَةَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ أَنْ نَرْجِعَ عَلَى أَعْقَابِنَا أَوْ أَنْ نُفْتَنَ عَنْ دِينِنَا
|
Dari Abdullah bin Amr bin Al 'Ash RA, dia berkata, "Rasulullah SAW telah bersabda, '
{Panjangnya} telagaku seukuran perjalanan satu bulan, panjangnya sama dengan lebarnya, airnya lebih putih dari kertas, harumnya lebih wangi dari misik, dan gelasnya sebanyak bintang di langit. Barang siapa telah meminumnya, maka selamanya ia tidak akan merasa haus.' Abdullah bin Amr bin al-'Ash berkata, "Asma binti Abu Bakar RA berkata, 'Rasulullah SAW telah bersabda, 'Sungguh kelak aku akan tiba {pertama kali} di telaga, hingga aku akan melihat umatku datang menyusulnya. Sementara itu, di sana ada beberapa orang yang disingkirkan dariku. Lalu aku pun berkata, 'Ya Allah ya Tuhanku, mereka itu sebenarnya masih termasuk dalam golongan dan umatku.' Tetapi dijawab, "Tidak tahukah kamu bahwa mereka itu tidak mengamalkan ajaranmu sepeninggalanmu? Demi Allah, mereka itu selalu bertolak belakang dari ajaranmu sepeninggalanmu." Abdullah bin Amr berkata, "Ibnu Abu Mulaikah berkata, 'Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu agar kami tidak berbalik dari ajaran agama-Mu atau mendapat cobaan hingga kami meninggalkan agama kami.'" {muslim 7/66}
|
عَنْ حَارِثَةَ بن وهب أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ حَوْضُهُ مَا بَيْنَ صَنْعَاءَ وَالْمَدِينَةِ فَقَالَ لَهُ الْمُسْتَوْرِدُ أَلَمْ تَسْمَعْهُ قَالَ الْأَوَانِي قَالَ لَا فَقَالَ الْمُسْتَوْرِدُ تُرَى فِيهِ الْآنِيَةُ مِثْلَ الْكَوَاكِبِ
|
| Dari Haritsah bin Wahab RA, bahwasanya dia pernah mendengar Rasulullah SAW berkata bahwa luas telaga beliau itu antara Shan'a {Yaman} dan Madinah {jazirah Arab}. Orang yang datang bertanya kepada Haritsah, "Tidakkah kamu mendengar Rasulullah menyebut gelas-gelas untuk minum?" Haritsah menjawab, "Tidak." Orang yang datang tadi berkata, "Di telaga tersebut gelasnya tampak seperti bintang-bintang {di langit}." {Muslim 7/68}
|
عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَمَامَكُمْ حَوْضًا كَمَا بَيْنَ جَرْبَاءَ وَأَذْرُحَ. وَفِي رِوَايَةِ: "حَوْضِي". و في رواية: قال عُبَيْدُ اللَّهِ: فَسَأَلْتُهُ – يعني نافعا - فَقَالَ قَرْيَتَيْنِ بِالشَّأْمِ بَيْنَهُمَا مَسِيرَةُ ثَلَاثِ لَيَالٍ. وَفِي روابة: ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ
|
| Dari Ibnu Umar RA dari Nabi Muhammad SAW bahwasanya beliau telah bersabda, "Sesungguhnya di hadapan kalian ada telaga {yang luasnya} sebagaimana jarak antara Jarba dan Adzrah." Kata haudhan tersebut dalam riwayat lain disebutkan haudhiy. Dalam riwayat lain disebutkan: Ubaidillah pernah mengatakan, "Aku bertanya kepada Nafi', lalu ia menjawab bahwa Jarba dan Adzrah itu adalah dua desa di negeri Syam yang jarak tempuh antara keduanya memakan waktu tiga malam." Riwayat lain menerangkan: ...memakan waktu tiga hari. {Muslim 7/69}
|
عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا إِنِّي فَرَطٌ لَكُمْ عَلَى الْحَوْضِ وَإِنَّ بُعْدَ مَا بَيْنَ طَرَفَيْهِ كَمَا بَيْنَ صَنْعَاءَ وَأَيْلَةَ كَأَنَّ الْأَبَارِيقَ فِيهِ النُّجُومُ
|
| Dari Jabir bin Samurah RA, dari Rasulullah bahwasanya beliau telah bersabda, "Ketahuilah bahwasanya aku adalah orang pertama yang akan tiba di telaga untuk memberi minum kalian. Jarak antara kedua telaga tersebut adalah seperti jarak antara Shan'a dan Ailah sedangkan gelas-gelasnya bagaikan hitungan bintang." {Muslim 7/71}
|
عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا آنِيَةُ الْحَوْضِ قَالَ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَآنِيَتُهُ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ نُجُومِ السَّمَاءِ وَكَوَاكِبِهَا أَلَا فِي اللَّيْلَةِ الْمُظْلِمَةِ الْمُصْحِيَةِ آنِيَةُ الْجَنَّةِ مَنْ شَرِبَ مِنْهَا لَمْ يَظْمَأْ آخِرَ مَا عَلَيْهِ يَشْخَبُ فِيهِ مِيزَابَانِ مِنْ الْجَنَّةِ مَنْ شَرِبَ مِنْهُ لَمْ يَظْمَأْ عَرْضُهُ مِثْلُ طُولِهِ مَا بَيْنَ عَمَّانَ إِلَى أَيْلَةَ مَاؤُهُ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنْ اللَّبَنِ وَأَحْلَى مِنْ الْعَسَلِ
|
| Dari Abu Dzar RA, dia berkata, "Saya pernah bertanya, 'Ya Rasulullah, apakah ada gelas-gelas di dalam telaga surga?' Rasulullah menjawab, "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada ditangan-Nya, sungguh gelas tersebut lebih banyak daripada hitungan bintang di langit pada malam yang gelap gulita. Itulah gelas-gelas dari surga. Barang siapa meminum air telaga tersebut, maka ia tidak akan merasa haus selamanya. Di telaga tersebut ada dua saluran air yang tersambung ke surga. Barang siapa meminum airnya, maka ia tidak akan merasa haus. Lebarnya sama dengan panjangnya, yaitu seukuran antara Amman dan Ailah. Airnya lebih putih dari pada susu dan rasanya lebih manis daripada manisnya madu." {Muslim 7/69}
|
عَنْ ثَوْبَانَ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنِّي لَبِعُقْرِ حَوْضِي أَذُودُ النَّاسَ لِأَهْلِ الْيَمَنِ أَضْرِبُ بِعَصَايَ حَتَّى يَرْفَضَّ عَلَيْهِمْ فَسُئِلَ عَنْ عَرْضِهِ فَقَالَ مِنْ مَقَامِي إِلَى عَمَّانَ وَسُئِلَ عَنْ شَرَابِهِ فَقَالَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنْ اللَّبَنِ وَأَحْلَى مِنْ الْعَسَلِ يَغُتُّ فِيهِ مِيزَابَانِ يَمُدَّانِهِ مِنْ الْجَنَّةِ أَحَدُهُمَا مِنْ ذَهَبٍ وَالْآخَرُ مِنْ وَرِقٍ
|
| Dari Tsauban RA, bahwasanya Rasulullah SAW telah bersabda, "Sesungguhnya aku kelak akan berada di telagaku untuk memberi minum kepada orang-orang baik. Lalu aku akan pukulkan tongkatku, hingga air telaga memancar kepada mereka." Seseorang bertanya kepada beliau tentang luas telaga itu, maka beliau menjawab, "Luasnya antara tempat dudukku sampai ke Amman" Lalu seseorang bertanya tentang airnya, maka beliau menjawab, "Airnya lebih putih dari pada susu dan lebih manis dari pada madu. Di dalamnya ada dua saluran yang memancarkan air dari surga. Satu saluran terbuat dari emas dan yang satu lagi terbuat dari perak." {Muslim 7/70}
|
عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ يَوْمًا فَصَلَّى عَلَى أَهْلِ أُحُدٍ صَلَاتَهُ عَلَى الْمَيِّتِ ثُمَّ انْصَرَفَ إِلَى الْمِنْبَرِ فَقَالَ إِنِّي فَرَطٌ لَكُمْ وَأَنَا شَهِيدٌ عَلَيْكُمْ وَإِنِّي وَاللَّهِ لَأَنْظُرُ إِلَى حَوْضِي الْآنَ وَإِنِّي قَدْ أُعْطِيتُ مَفَاتِيحَ خَزَائِنِ الْأَرْضِ أَوْ مَفَاتِيحَ الْأَرْضِ وَإِنِّي وَاللَّهِ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ أَنْ تُشْرِكُوا بَعْدِي وَلَكِنْ أَخَافُ عَلَيْكُمْ أَنْ تَتَنَافَسُوا فِيهَا
|
| Dari Uqbah bin Amir RA, bahwasanya pada suatu hari Rasulullah SAW pernah keluar untuk mendoakan para syuhada perang Uhud, sebagaimana doa yang beliau baca untuk orang yang meninggal dunia. Setelah itu beliau kembali menuju mimbar dan berkata, "Sesungguhnya aku orang pertama yang akan tiba di telagaku untuk memberi minum kepada kalian dan sekaligus menyaksikan kalian. Demi Allah, sekarang aku benar-benar telah melihat telagaku dan aku diberi kunci-kunci harta di dunia {atau kunci-kunci bumi}. Demi Allah, sungguh aku tidak khawatir kalau kalian akan menjadi musyrik sepeninggalanku, tetapi yang aku khawatirkan adalah bahwa kalian akan berlomba-lomba dalam urusan duniawi." {Muslim 7/67}
|