2/23/17

Keberanian Rasulullah di Medan Perang

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَشْجَعَ النَّاسِ وَلَقَدْ فَزِعَ أَهْلُ الْمَدِينَةِ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَانْطَلَقَ نَاسٌ قِبَلَ الصَّوْتِ فَتَلَقَّاهُمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَاجِعًا وَقَدْ سَبَقَهُمْ إِلَى الصَّوْتِ وَهُوَ عَلَى فَرَسٍ لِأَبِي طَلْحَةَ عُرْيٍ فِي عُنُقِهِ السَّيْفُ وَهُوَ يَقُولُ لَمْ تُرَاعُوا لَمْ تُرَاعُوا قَالَ وَجَدْنَاهُ بَحْرًا أَوْ إِنَّهُ لَبَحْرٌ قَالَ وَكَانَ فَرَسًا يُبَطَّأُ
Dari Anas bin Malik RA, dia berkata, "Rasulullah SAW adalah seorang lelaki paling baik, paling
dermawan, dan paling berani. Pada suatu malam, penduduk kota Madinah dikejutkan oleh sebuah suara. Maka orang-orang pun pergi menuju ke sumber suara tersebut. Ternyata, di sana, mereka mendapatkan Rasulullah tengah kembali dari sumber suara tersebut mendahului mereka. Beliau mengendarai kuda tanpa pelana milik Abu Thalhah sambil menyandang pedang. Setelah itu, beliau pun berkata, "Sebaiknya kalian tenang dan jangan panik! Tenang dan jangan panik!" Anas berkata, "Kami melihat beliau begitu tenang sedangkan kuda tersebut berlari lamban." {Muslim 7/72}