عَنْ أَنَسٍ أَنَّ أُمَّ سُلَيْمٍ اتَّخَذَتْ يَوْمَ حُنَيْنٍ خِنْجَرًا فَكَانَ مَعَهَا فَرَآهَا أَبُو طَلْحَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذِهِ أُمُّ سُلَيْمٍ مَعَهَا خِنْجَرٌ فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا هَذَا الْخِنْجَرُ قَالَتْ اتَّخَذْتُهُ إِنْ دَنَا مِنِّي أَحَدٌ مِنْ الْمُشْرِكِينَ بَقَرْتُ بِهِ بَطْنَهُ فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَضْحَكُ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ اقْتُلْ مَنْ بَعْدَنَا مِنْ الطُّلَقَاءِ انْهَزَمُوا بِكَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أُمَّ سُلَيْمٍ إِنَّ اللَّهَ قَدْ كَفَى وَأَحْسَنَ
|
Dari Anas, bahwa Ummu Sulaim RA pernah membawa sebilah parang pada perang Hunain. Ketika
Abu Thalhah melihatnya, maka ia melaporkan hal itu kepada Rasulullah SAW. Dia berkata, "Ya Rasulullah, saya melihat Ummu Sulaim pergi sambil membawa sebilah parang." Beliau bertanya kepadanya, "Hai Ummu Sulaim, untuk apa kamu membawa parang itu?' Ummu Sulaim menjawab, "Saya membawa parang ini apabila ada seorang kaum musyrikin yang mendekat kepada saya, maka saya akan menikam perutnya dengan parang ini!" Mendengar jawaban wanita itu, maka Rasulullah tersenyum. Ummu Sulaim berkata, "Ya Rasulullah, habisilah semua orang kafir Quraisy Makkah yang dulu pernah menyerah kepada kita dan kini mereka malah melarikan diri dari engkau!" Rasulullah pun menjawab, "Wahai Ummu Sulaim, sesungguhnya Allah telah mencukupi dan berbuat baik (kepada kita)" {Muslim 5/196}
|
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ لَمَّا كَانَ يَوْمُ أُحُدٍ انْهَزَمَ نَاسٌ مِنْ النَّاسِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو طَلْحَةَ بَيْنَ يَدَيْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُجَوِّبٌ عَلَيْهِ بِحَجَفَةٍ قَالَ وَكَانَ أَبُو طَلْحَةَ رَجُلًا رَامِيًا شَدِيدَ النَّزْعِ وَكَسَرَ يَوْمَئِذٍ قَوْسَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا قَالَ فَكَانَ الرَّجُلُ يَمُرُّ مَعَهُ الْجَعْبَةُ مِنْ النَّبْلِ فَيَقُولُ انْثُرْهَا لِأَبِي طَلْحَةَ قَالَ وَيُشْرِفُ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْظُرُ إِلَى الْقَوْمِ فَيَقُولُ أَبُو طَلْحَةَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي لَا تُشْرِفْ لَا يُصِبْكَ سَهْمٌ مِنْ سِهَامِ الْقَوْمِ نَحْرِي دُونَ نَحْرِكَ قَالَ وَلَقَدْ رَأَيْتُ عَائِشَةَ بِنْتَ أَبِي بَكْرٍ وَأُمَّ سُلَيْمٍ وَإِنَّهُمَا لَمُشَمِّرَتَانِ أَرَى خَدَمَ سُوقِهِمَا تَنْقُلَانِ الْقِرَبَ عَلَى مُتُونِهِمَا ثُمَّ تُفْرِغَانِهِ فِي أَفْوَاهِهِمْ ثُمَّ تَرْجِعَانِ فَتَمْلَآَنِهَا ثُمَّ تَجِيئَانِ تُفْرِغَانِهِ فِي أَفْوَاهِ الْقَوْمِ وَلَقَدْ وَقَعَ السَّيْفُ مِنْ يَدَيْ أَبِي طَلْحَةَ إِمَّا مَرَّتَيْنِ وَإِمَّا ثَلَاثًا مِنْ النُّعَاسِ
|
| Dari Anas bin Malik RA, dia berkata, "Ketika terjadi perang Uhud, ada beberapa orang kaum muslimin yang lari dari sekitar Rasulullah SAW untuk menyelamatkan dirinya. Akan tetapi Abu Thalhah tetap bersama Rasulullah untuk melindungi beliau dari serangan musuh dengan menggunakan sebuah tameng." Anas berkata, "Abu Thalhah dikenal sebagai seorang sahabat yang pemberani dan pandai memanah. Pada saat itu ia membawa dua atau tiga busur panah sekaligus. Namun sayang, ia sempat kehabisan anak panah. Beruntung, pada saat yang kritis itu seseorang memberinya beberapa anak panah. Sementara itu, Rasulullah ingin memantau keadaan pasukan kaum muslimin yang kacau-balau. Tetapi Abu Thalhah berseru kepadanya, 'Ya Rasulullah, sebaiknya engkau tidak melakukan hal itu. Saya khawatir kalau-kalau engkau akan terkena sasaran anak panah musuh. Biarlah tubuh saya saja yang terkena sasaran anak panah tersebut, asalkan engkau tetap sehat dan selamat darinya!' Pada saat yang bersamaan, saya sempat melihat Aisyah binti Abu Bakar dan Ummu Sulaim tengah sibuk melayani kebutuhan logistik, konsumsi, dan pengobatan untuk para pejuang kaum muslimin saat itu. Saya melihat keduanya memberi minum mereka (orang-orang luka) setelah habis keduanya mengisinya kembali dan memberi minum yang lain. Dua atau tiga kali, pedang yang dipegang Abu Thalhah sempat terjatuh dari tangannya karena rasa kantuk." {Muslim 5/196}
|
عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ الْأَنْصَارِيَّةِ قَالَتْ غَزَوْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبْعَ غَزَوَاتٍ أَخْلُفُهُمْ فِي رِحَالِهِمْ فَأَصْنَعُ لَهُمْ الطَّعَامَ وَأُدَاوِي الْجَرْحَى وَأَقُومُ عَلَى الْمَرْضَى
|
| Dari Ummu Athiyah Al Anshari RA, dia berkata, "Saya pernah ikut berperang bersama Rasulullah SAW sebanyak tujuh kali. Saya selalu ditempatkan di bagian belakang pasukan. Saya membuat makanan untuk para pejuang, mengobati mereka yang luka, dan membantu pasukan yang sakit." {Muslim 5/199}
|