2/6/17

Hukum Berburu dengan Anak Panah, Anjing yang Terlatih, dan Anjing yang Belum Terlatih

عن أَبي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ قال: أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا بِأَرْضِ قَوْمٍ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ نَأْكُلُ فِي آنِيَتِهِمْ وَأَرْضِ صَيْدٍ أَصِيدُ بِقَوْسِي وَأَصِيدُ بِكَلْبِي الْمُعَلَّمِ أَوْ بِكَلْبِي الَّذِي لَيْسَ بِمُعَلَّمٍ فَأَخْبِرْنِي مَا الَّذِي يَحِلُّ لَنَا مِنْ ذَلِكَ قَالَ أَمَّا مَا ذَكَرْتَ أَنَّكُمْ بِأَرْضِ قَوْمٍ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ تَأْكُلُونَ فِي آنِيَتِهِمْ فَإِنْ وَجَدْتُمْ غَيْرَ آنِيَتِهِمْ فَلَا تَأْكُلُوا فِيهَا وَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فَاغْسِلُوهَا ثُمَّ كُلُوا فِيهَا وَأَمَّا مَا ذَكَرْتَ أَنَّكَ بِأَرْضِ صَيْدٍ فَمَا أَصَبْتَ بِقَوْسِكَ فَاذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ ثُمَّ كُلْ وَمَا أَصَبْتَ بِكَلْبِكَ الْمُعَلَّمِ فَاذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ ثُمَّ كُلْ وَمَا أَصَبْتَ بِكَلْبِكَ الَّذِي لَيْسَ بِمُعَلَّمٍ فَأَدْرَكْتَ ذَكَاتَهُ فَكُلْ
Dari Abu Tsa'labah Al Khusyani RA, dia berkata, "Saya pernah menemui Rasulullah SAW seraya
berkata, 'Ya Rasulullah, saya adalah orang yang hidup di negeri kaum Ahli Kitab. Saya makan dengan menggunakan bejana mereka. Di sana saya biasa berburu; terkadang dengan panah, terkadang dengan menggunakan anjing saya yang telah terlatih, dan terkadang dengan menggunakan anjing saya yang belum terlatih. Oleh karena itu, tolong jelaskan kepada saya apa yang boleh dan halal untuk saya dari semua hal yang telah saya sebutkan.' Mendengar pernyataan Abu Tsa'labah itu, Rasulullah pun berkata, "Apa yang telah kamu katakan bahwasanya kamu hidup di negeri kaum Ahli Kitab. Lalu kamu makan dengan memakai bejana mereka. Akan tetapi, jika kamu masih mampu untuk mendapatkan bejana yang lain, maka sebaiknya kamu jangan makan dengan menggunakan bejana mereka. Namun jika kamu terpaksa harus menggunakan bejana tersebut karena kamu tidak mendapatkan pilihan lain, maka sebaiknya kamu sucikan terlebih dahulu bejana itu sebelum kamu gunakan untuk makan. Sedangkan mengenai masalah berburu di tanah perburuan, sebelum membidikkan anak panahmu ke arah binatang buruan tersebut maka sebaiknya kamu membaca basmalah terlebih dahulu, kemudian barulah kamu makan binatang hasil buruanmu itu. Mengenai hasil buruan yang kamu dapatkan dengan menggunakan anjingmu yang sudah terlatih, maka bacalah basmalah dan setelah itu makanlah! Adapun hasil buruan yang kamu dapatkan dengan menggunakan anjingmu yang belum terlatih, jika kamu dapat menyembelihnya, maka kamu boleh memakannya.'''''' (Muslim 6/58-59)