2/3/17

Hukum Barang Temuan

عن زَيْد بْن خَالِدٍ الْجُهَنِيَّ صَاحِبَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ اللُّقَطَةِ الذَّهَبِ أَوْ الْوَرِقِ فَقَالَ اعْرِفْ وِكَاءَهَا وَعِفَاصَهَا ثُمَّ عَرِّفْهَا سَنَةً فَإِنْ لَمْ تَعْرِفْ فَاسْتَنْفِقْهَا وَلْتَكُنْ وَدِيعَةً عِنْدَكَ فَإِنْ جَاءَ طَالِبُهَا يَوْمًا مِنْ الدَّهْرِ فَأَدِّهَا إِلَيْهِ وَسَأَلَهُ عَنْ ضَالَّةِ الْإِبِلِ فَقَالَ مَا لَكَ وَلَهَا دَعْهَا فَإِنَّ مَعَهَا حِذَاءَهَا وَسِقَاءَهَا تَرِدُ الْمَاءَ وَتَأْكُلُ الشَّجَرَ حَتَّى يَجِدَهَا رَبُّهَا وَسَأَلَهُ عَنْ الشَّاةِ فَقَالَ خُذْهَا فَإِنَّمَا هِيَ لَكَ أَوْ لِأَخِيكَ أَوْ لِلذِّئْبِ
Dari Zaid bin Khalid bin Zaid Al Juhani, seorang sahabat Rasulullah SAW berkata, "Pada suatu hari
seseorang bertanya kepada Rasulullah tentang barang temuan, seperti emas dan perak. Rasulullah pun berkata, 'Kenalilah wadah dan talinya! Setelah itu umumkanlah kepada khalayak ramai selama satu tahun! Apabila pemiliknya tidak datang untuk mengenalinya, maka — untuk sementara waktu — kamu boleh memanfaatkannya. Hendaklah barang tersebut dianggap sebagai barang titipan kepadamu. Kalau seandainya ada seseorang yang datang mencari barang tersebut, maka berikanlah barang itu kepadanya!' Kemudian orang itu juga bertanya kepada beliau tentang unta yang hilang. Rasulullah bertanya kepadanya, 'Apa urusanmu dengan unta yang hilang? Biarkanlah unta tersebut pergi ke mana ia suka! Karena ia membawa sepatu dan wadah airnya sendiri. Ia dapat mendatangi mata air dan makan dedaunan sampai ia ditemukan pemiliknya' Orang itu juga bertanya kepada beliau tentang kambing temuan. Rasulullah menjawab, 'Ambillah kambing itu! karena sesungguhnya kambing tersebut mungkin dapat menjadi milikmu atau milik saudaramu, atau bahkan menjadi milik serigala'. " {Muslim 5/135}