2/6/17

Dihalalkan Harta Rampasan Perang Khusus untuk Umat Ini (Kaum Muslimin)

عَنْ أَبي هُرَيْرَةَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَزَا نَبِيٌّ مِنْ الْأَنْبِيَاءِ فَقَالَ لِقَوْمِهِ لَا يَتْبَعْنِي رَجُلٌ قَدْ مَلَكَ بُضْعَ امْرَأَةٍ وَهُوَ يُرِيدُ أَنْ يَبْنِيَ بِهَا وَلَمَّا يَبْنِ وَلَا آخَرُ قَدْ بَنَى بُنْيَانًا وَلَمَّا يَرْفَعْ سُقُفَهَا وَلَا آخَرُ قَدْ اشْتَرَى غَنَمًا أَوْ خَلِفَاتٍ وَهُوَ مُنْتَظِرٌ وِلَادَهَا قَالَ فَغَزَا فَأَدْنَى لِلْقَرْيَةِ حِينَ صَلَاةِ الْعَصْرِ أَوْ قَرِيبًا مِنْ ذَلِكَ فَقَالَ لِلشَّمْسِ أَنْتِ مَأْمُورَةٌ وَأَنَا مَأْمُورٌ اللَّهُمَّ احْبِسْهَا عَلَيَّ شَيْئًا فَحُبِسَتْ عَلَيْهِ حَتَّى فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْهِ قَالَ فَجَمَعُوا مَا غَنِمُوا فَأَقْبَلَتْ النَّارُ لِتَأْكُلَهُ فَأَبَتْ أَنْ تَطْعَمَهُ فَقَالَ فِيكُمْ غُلُولٌ فَلْيُبَايِعْنِي مِنْ كُلِّ قَبِيلَةٍ رَجُلٌ فَبَايَعُوهُ فَلَصِقَتْ يَدُ رَجُلٍ بِيَدِهِ فَقَالَ فِيكُمْ الْغُلُولُ فَلْتُبَايِعْنِي قَبِيلَتُكَ فَبَايَعَتْهُ قَالَ فَلَصِقَتْ بِيَدِ رَجُلَيْنِ أَوْ ثَلَاثَةٍ فَقَالَ فِيكُمْ الْغُلُولُ أَنْتُمْ غَلَلْتُمْ قَالَ فَأَخْرَجُوا لَهُ مِثْلَ رَأْسِ بَقَرَةٍ مِنْ ذَهَبٍ قَالَ فَوَضَعُوهُ فِي الْمَالِ وَهُوَ بِالصَّعِيدِ فَأَقْبَلَتْ النَّارُ فَأَكَلَتْهُ فَلَمْ تَحِلَّ الْغَنَائِمُ لِأَحَدٍ مِنْ قَبْلِنَا ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى رَأَى ضَعْفَنَا وَعَجْزَنَا فَطَيَّبَهَا لَنَا
Dari Abu Hurairah RA, dia berkata, "Rasulullah bersabda, 'Seorang nabi utusan Allah (yaitu nabi
Yusya' bin Nun) pernah berperang. Setelah itu ia berkata kepada kaumnya, 'Hai kaumku, jangan ada seseorang yang telah mempunyai istri dan ia ingin menggauli istrinya, tetapi ia belum sempat melakukannya, untuk mengikutiku! Jangan pula seseorang yang telah mendirikan sebuah bangunan, namun ia belum sempat menaikkan atapnya, untuk mengikutiku! Serta jangan pula seseorang yang telah membeli seekor kambing atau seekor unta hamil, sementara ia tengah menunggu kelahiran anak ternak tersebut, untuk mengikutiku!' Selanjutnya nabi tersebut berangkat perang. Menjelang waktu Ashar ia telah sampai di sebuah desa. Setelah itu ia pun berkata kepada matahari, 'Hai matahari, kamu diperintah dan aku pun diperintah.' Kemudian ia berdoa dan memohon kepada Allah, 'Ya Allah hentikanlah laju putaran matahari beberapa saat demi kepentingan urusanku!' lalu matahari pun berhenti karena diperintahkan Allah. Setelah mengumpulkan harta rampasan perang, tiba-tiba ada percikan api yang akan membakar harta rampasan perang tersebut. Tetapi tiba-tiba api itu berhenti dan tidak jadi membakarnya. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, "Di antara kalian pasti ada orang yang berkhianat. Jadi hendaklah setiap orang (dari suku bangsa manapun ia berasal) segera berbaiat kepadaku." Akhirnya mereka beramai-ramai berbaiat kepada beliau dengan menjabat tangannya. Kemudian Rasulullah SAW kembali bersabda, 'Di antara kalian pasti ada yang berkhianat. Jadi, hendaklah setiap orang (dari suku bangsa manapun ia berasal) segera berbaiat kepadaku." Kembali mereka beramai-ramai berbaiat kepada beliau dengan menjabat tangannya, sampai-sampai beliau merasa kewalahan dengan menjabat dua atau tiga tangan orang sekaligus. Lalu Rasulullah SAW berkata, "Di antara kalian pasti ada orang yang berkhianat. Kalian telah berkhianat." Setelah itu mereka mengeluarkan seonggok emas sebesar kepala sapi dan menyerahkannya kepada Rasulullah, serta meletakkannya pada tumpukan harta rampasan yang berada di atas tanah. Tak lama kemudian muncullah percikan api yang menghanguskannya. Setelah itu beliau bersabda, 'Harta rampasan perang itu sama sekali tidak dihalalkan bagi seorang pun sebelum kita. Karena Allah Yang Maha Mulia sangat mengetahui kelemahan dan kekurangan kita. Oleh karena itu, Dia menghalalkannya untuk kita.'" {Muslim 5/145}