2/2/17

Dibolehkannya Upah Tukang Bekam

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ حَجَمَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَبْدٌ لِبَنِي بَيَاضَةَ فَأَعْطَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْرَهُ وَكَلَّمَ سَيِّدَهُ فَخَفَّفَ عَنْهُ مِنْ ضَرِيبَتِهِ وَلَوْ كَانَ سُحْتًا لَمْ يُعْطِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dari Ibnu Abbas RA, dia berkata, "Rasulullah SAW pernah berbekam kepada seorang budak milik
Bani Bayadhah. Setelah itu beliau pun memberikan upah kepadanya dan berbicara kepada tuannya. Akhirnya, pajaknya pun diringankan. Kalau seandainya upah berbekam itu dilarang, niscaya beliau tidak akan memberikan upah kepada budak tersebut." {Muslim: 5/39}
عَنْ حُمَيْدٍ قَالَ سُئِلَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ عَنْ كَسْبِ الْحَجَّامِ فَقَالَ احْتَجَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَجَمَهُ أَبُو طَيْبَةَ فَأَمَرَ لَهُ بِصَاعَيْنِ مِنْ طَعَامٍ وَكَلَّمَ أَهْلَهُ فَوَضَعُوا عَنْهُ مِنْ خَرَاجِهِ وَقَالَ إِنَّ أَفْضَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ أَوْ هُوَ مِنْ أَمْثَلِ دَوَائِكُمْ
Dari Humaid, dia berkata, "Anas bin Malik pernah ditanya tentang pekerjaan tukang bekam, maka dia menjawab, 'Rasulullah SAW pernah berbekam dan orang yang membekamnya itu adalah Abu Thaibah. Setelah itu Rasulullah memberikan dua sha' makanan kepada Abu Thaibah dan berbicara kepada keluarganya. Akhirnya, mereka membebaskan pajaknya. Rasulullah SAW bersabda. "Sebaik-baik berobat bagimu adalah berbekam. " Atau, berbekam itu adalah obat yang paling baik bagimu".'" {Muslim: 5/39}