2/21/17

Berobat Dengan Ladud

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ لَدَدْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَرَضِهِ فَأَشَارَ أَنْ لَا تَلُدُّونِي فَقُلْنَا كَرَاهِيَةَ الْمَرِيضِ لِلدَّوَاءِ فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ لَا يَبْقَى أَحَدٌ مِنْكُمْ إِلَّا لُدَّ غَيْرُ الْعَبَّاسِ فَإِنَّهُ لَمْ يَشْهَدْكُمْ
Dari Aisyah RA, dia berkata, "Kami pernah mengobati Rasulullah dengan ladud ketika beliau
sedang sakit. Kemudian beliau memberi isyarat, 'Janganlah kamu mengobatiku dengan ladud. Maka kami katakan, "Orang sakit memang tidak suka obat." Setelah sadar Rasulullah berkata, "Tidak ada seorang pun di antara kalian yang masih hidup melainkan ia pernah diobati dengan ladud, kecuali Abbas. Karena ia sekarang tidak menyaksikan kalian (telah tiada)." {Muslim 7/24}