2/2/17

Barang Siapa Meninggalkan Harta maka Harta Tersebut untuk Ahli Warisnya

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُؤْتَى بِالرَّجُلِ الْمَيِّتِ عَلَيْهِ الدَّيْنُ فَيَسْأَلُ هَلْ تَرَكَ لِدَيْنِهِ مِنْ قَضَاءٍ فَإِنْ حُدِّثَ أَنَّهُ تَرَكَ وَفَاءً صَلَّى عَلَيْهِ وَإِلَّا قَالَ صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمْ فَلَمَّا فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْفُتُوحَ قَالَ أَنَا أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ فَمَنْ تُوُفِّيَ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ فَعَلَيَّ قَضَاؤُهُ وَمَنْ تَرَكَ مَالًا فَهُوَ لِوَرَثَتِهِ
Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW pernah dihadapkan dengan jenazah seorang lelaki
yang mempunyai utang. Lalu beliau bertanya, "'Apakah ia meninggalkan sesuatu untuk membayar utangnya?" Kalau beliau diberi kabar bahwa orang yang wafat itu meninggalkan sesuatu untuk membayar utangnya, maka beliau mau menshalatkannya. Akan tetapi jika mayat tersebut tidak meninggalkan sesuatu untuk membayar hutangnya, maka beliau akan berkata, 'Shalatkanlah mayat temanmu itu.' Ketika Allah memberikan berbagai kemenangan kepada kaum muslimin dalam menaklukkan banyak negeri, beliau bersabda, 'Aku lebih berhak terhadap orang-orang yang beriman daripada diri mereka sendiri. Oleh karena itu, barang siapa di antara kamu yang meninggal dunia sedangkan ia mempunyai utang maka akulah yang akan membayarnya, dan barang siapa meninggalkan harta maka hartanya itu untuk ahli warisnya'." {Muslim: 5/62}