2/6/17

Apabila Diperintahkan untuk Berbuat Maksiat, maka Tidak ada Alasan untuk Menaati dan Mematuhinya

عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ فِيمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ إِلَّا أَنْ يُؤْمَرَ بِمَعْصِيَةٍ فَإِنْ أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلَا سَمْعَ وَلَا طَاعَةَ
Dari Ibnu Umar RA dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda, "Patuh dan taat terhadap apa yang
ia sukai maupun yang tidak ia sukai merupakan kewajiban bagi setiap muslim, kecuali jika ia diperintahkan untuk melakukan suatu perbuatan maksiat. Apabila ia diperintahkan untuk melakukan perbuatan maksiat, maka tidak ada alasan baginya untuk patuh dan taat kepada perintah tersebut" {Muslim 6/15}