2/23/17

Apabila Allah Menyayangi Suatu Umat, Maka Dia Wafatkan Nabi Mereka Mendahului Mereka

عَنْ أَبِي مُوسَى عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا أَرَادَ رَحْمَةَ أُمَّةٍ مِنْ عِبَادِهِ قَبَضَ نَبِيَّهَا قَبْلَهَا فَجَعَلَهُ لَهَا فَرَطًا وَسَلَفًا بَيْنَ يَدَيْهَا وَإِذَا أَرَادَ هَلَكَةَ أُمَّةٍ عَذَّبَهَا وَنَبِيُّهَا حَيٌّ فَأَهْلَكَهَا وَهُوَ يَنْظُرُ فَأَقَرَّ عَيْنَهُ بِهَلَكَتِهَا حِينَ كَذَّبُوهُ وَعَصَوْا أَمْرَهُ
Dari Abu Musa RA, dari Rasulullah SAW bahwasanya beliau telah bersabda, "Apabila Allah Azza wa Jalla ingin memberikan rahmat-Nya kepada suatu umat, maka Dia wafatkan nabi umat tersebut
mendahului mereka dan menjadikannya sebagai pendahulu yang akan menolong mereka. Apabila Allah Azza wa Jalla ingin membinasakan suatu umat, maka Dia siksa umat tersebut ketika nabi mereka masih hidup. Allah akan membinasakan umat tersebut sambil disaksikan oleh nabi mereka sendiri yang dahulu mereka dustakan dan durhakai perintahnya." {Muslim 7/65}