1/18/17

Zakat Fitrah Berupa Makanan, Keju atau Anggur Kering

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ كُنَّا نُخْرِجُ إِذْ كَانَ فِينَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ كُلِّ صَغِيرٍ وَكَبِيرٍ حُرٍّ أَوْ مَمْلُوكٍ صَاعًا مِنْ طَعَامٍ أَوْ صَاعًا مِنْ أَقِطٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ زَبِيبٍ فَلَمْ نَزَلْ نُخْرِجُهُ حَتَّى قَدِمَ عَلَيْنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ حَاجًّا أَوْ مُعْتَمِرًا فَكَلَّمَ النَّاسَ عَلَى الْمِنْبَرِ فَكَانَ فِيمَا كَلَّمَ بِهِ النَّاسَ أَنْ قَالَ إِنِّي أَرَى أَنَّ مُدَّيْنِ مِنْ سَمْرَاءِ الشَّامِ تَعْدِلُ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ فَأَخَذَ النَّاسُ بِذَلِكَ قَالَ أَبُو سَعِيدٍ فَأَمَّا أَنَا فَلَا أَزَالُ أُخْرِجُهُ كَمَا كُنْتُ أُخْرِجُهُ أَبَدًا مَا عِشْتُ
Dari Abu Sa'id Al Khudri RA, dia berkata, "Pada masa Rasulullah SAW masih hidup, kami
senantiasa membayar zakat fitrah perorangan baik kecil atau besar, merdeka ataupun budak, yaitu berupa satu sha' gandum atau satu sha' kurma, atau satu sha' anggur kering. Kami selalu membayarnya sebanyak itu sampai pada masa Mu'awiyah bin Abu Sufyan. Ia pergi menunaikan haji dan Umrah lalu berpidato di atas mimbar, dan di antara isi pidatonya ialah, 'Sungguh aku berpendapat bahwa dua mud gandum negeri Syam sebanding dengan satu sha' kurma.' Maka orang-orangpun mengambil pendapat Mu'awiyah tersebut." Abu Sa'id berkata, "Adapun aku, selalu membayar zakat fitrah seperti apa yang telah aku bayarkan selama hidupku." {Muslim 3/69}