1/25/17

Wanita Hamil yang Melahirkan Sesudah Suaminya Wafat

عن عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ أَبَاهُ كَتَبَ إِلَى عُمَرَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْأَرْقَمِ الزُّهْرِيِّ يَأْمُرُهُ أَنْ يَدْخُلَ عَلَى سُبَيْعَةَ بِنْتِ الْحَارِثِ الْأَسْلَمِيَّةِ فَيَسْأَلَهَا عَنْ حَدِيثِهَا وَعَمَّا قَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ اسْتَفْتَتْهُ فَكَتَبَ عُمَرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ إِلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ يُخْبِرُهُ أَنَّ سُبَيْعَةَ أَخْبَرَتْهُ أَنَّهَا كَانَتْ تَحْتَ سَعْدِ بْنِ خَوْلَةَ وَهُوَ فِي بَنِي عَامِرِ بْنِ لُؤَيٍّ وَكَانَ مِمَّنْ شَهِدَ بَدْرًا فَتُوُفِّيَ عَنْهَا فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ وَهِيَ حَامِلٌ فَلَمْ تَنْشَبْ أَنْ وَضَعَتْ حَمْلَهَا بَعْدَ وَفَاتِهِ فَلَمَّا تَعَلَّتْ مِنْ نِفَاسِهَا تَجَمَّلَتْ لِلْخُطَّابِ فَدَخَلَ عَلَيْهَا أَبُو السَّنَابِلِ بْنُ بَعْكَكٍ رَجُلٌ مِنْ بَنِي عَبْدِ الدَّارِ فَقَالَ لَهَا مَا لِي أَرَاكِ مُتَجَمِّلَةً لَعَلَّكِ تَرْجِينَ النِّكَاحَ إِنَّكِ وَاللَّهِ مَا أَنْتِ بِنَاكِحٍ حَتَّى تَمُرَّ عَلَيْكِ أَرْبَعَةُ أَشْهُرٍ وَعَشْرٌ قَالَتْ سُبَيْعَةُ فَلَمَّا قَالَ لِي ذَلِكَ جَمَعْتُ عَلَيَّ ثِيَابِي حِينَ أَمْسَيْتُ فَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلْتُهُ عَنْ ذَلِكَ فَأَفْتَانِي بِأَنِّي قَدْ حَلَلْتُ حِينَ وَضَعْتُ حَمْلِي وَأَمَرَنِي بِالتَّزَوُّجِ إِنْ بَدَا لِي قَالَ ابْنُ شِهَابٍ فَلَا أَرَى بَأْسًا أَنْ تَتَزَوَّجَ حِينَ وَضَعَتْ وَإِنْ كَانَتْ فِي دَمِهَا غَيْرَ أَنْ لَا يَقْرَبُهَا زَوْجُهَا حَتَّى تَطْهُرَ
Dari Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah, bahwa ayahnya pernah berkirim surat kepada Umar bin
Abdullah bin Al Arqam Az-Zuhri yang menyuruhnya agar datang ke rumah Subai'ah binti Harits Al Aslamiyyah untuk menanyakan pembicaraan Subai'ah dan sabda Rasulullah SAW kepadanya, ketika ia meminta fatwa kepada beliau. Lalu Umar bin Abdullah mengirimkan surat balasan kepada Abdullah bin Utbah untuk memberitahukan bahwa Subai'ah telah memberitahu kepadanya (kepada Umar bin Abdullah) bahwa dulu Subai'ah adalah istri Sa'ad bin Khaulah dari suku bani Amir bin Luay. Sa'ad termasuk orang yang turut serta dalam perang Badar dan dia wafat pada haji wada' ketika Subai'ah sedang hamil. Belum berselang lama setelah kematian suaminya, Subai'ah melahirkan. Setelah Subai'ah suci dari nifas, dia selalu berdandan agar dilamar oleh laki-Iaki. Dia lalu didatangi oleh Abu Sanabil bin Ba'kak (seorang lai-laki dari bani Abdud-Dar). Abu Sanabil bin Ba'kak berkata kepada Subai'ah, "Mengapa aku lihat kamu selalu berhias diri, rupanya kamu ingin kawin lagi? Demi Allah, sungguh kamu tidak boleh menikah sebelum lewat empat bulan sepuluh hari." Kata Subai'ah, "Setelah Abu Sanabil mengatakan hal tersebut kepadaku, maka pada sore hari aku berpakaian lalu pergi menemui Rasulullah SAW untuk menanyakan hal tersebut. Beliau bersabda kepadaku bahwa aku sudah boleh menikah lagi ketika aku sudah melahirkan kandunganku, dan beliau menyuruhku kawin jika sudah ada laki-laki yang melamarku." Kata Ibnu Syihab, "Menurut saya perempuan yang ditinggal mati suaminya dalam keadaan hamil, dibolehkan kawin setelah dia melahirkan meskipun darah nifas belum tuntas, namun tidak boleh disetubuhi sebelum suci.'" {Muslim: 4/201}