1/16/17

Ukuran Air untuk Mandi Jinabat

عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى عَائِشَةَ أَنَا وَأَخُوهَا مِنْ الرَّضَاعَةِ فَسَأَلَهَا عَنْ غُسْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْجَنَابَةِ فَدَعَتْ بِإِنَاءٍ قَدْرِ الصَّاعِ فَاغْتَسَلَتْ وَبَيْنَنَا وَبَيْنَهَا سِتْرٌ وَأَفْرَغَتْ عَلَى رَأْسِهَا ثَلَاثًا قَالَ وَكَانَ أَزْوَاجُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْخُذْنَ مِنْ رُءُوسِهِنَّ حَتَّى تَكُونَ كَالْوَفْرَةِ
Dari Abu Salamah bin Abdurrahman, dia berkata, "Saya pernah datang ke tempat Aisyah RA
bersama saudara satu susuannya, lalu dia bertanya kepada Aisyah tentang cara mandi junub Rasulullah SAW, kemudian Aisyah meminta bejana seukuran sha'. Lalu Aisyah mandi, di antara kami dan dia terdapat tabir penghalang dan Aisyah menuangkan air pada kepalanya tiga kali. Saudara susuannya berkomentar, "Para istri Nabi SAW selalu memulai menuangkan air pada kepala mereka sehingga rambutnya terurai." {Muslim 1/176}