1/16/17

Tiga Waktu yang Dilarang untuk Shalat dan Mengubur Mayit

عَنْ عُلَيٍّ قَالَ سَمِعْتُ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ الْجُهَنِيَّ يَقُولُ ثَلَاثُ سَاعَاتٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّيَ فِيهِنَّ أَوْ أَنْ نَقْبُرَ فِيهِنَّ مَوْتَانَا حِينَ تَطْلُعُ الشَّمْسُ بَازِغَةً حَتَّى تَرْتَفِعَ وَحِينَ يَقُومُ قَائِمُ الظَّهِيرَةِ حَتَّى تَمِيلَ الشَّمْسُ وَحِينَ تَضَيَّفُ الشَّمْسُ لِلْغُرُوبِ حَتَّى تَغْرُبَ
Dari 'Ulai bin Rabah, dia berkata, "Saya pernah mendengar Uqbah bin Amir Al Juhani radhiyallahu
'anhu mengatakan, "Ada tiga waktu dimana Rasulullah SAW melarang kita untuk melakukan shalat dan mengubur jenazah, yaitu; ketika matahari terbit hingga agak meninggi, kemudian ketika seorang berdiri tanpa ada bayangannya sampai matahari condong ke Barat, dan ketika matahari hampir terbenam hingga terbenam." {Muslim 2/208}