عن الشَّيْبَانِيِّ قَالَ سَأَلْتُ زِرَّ بْنَ حُبَيْشٍ عَنْ قَوْلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ مَسْعُودٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى جِبْرِيلَ لَهُ سِتُّ مِائَةِ جَنَاحٍ
|
Dari Asy-Syaibani, dia berkata, Saya pernah bertanya kepada Zirr bin Hubaisy RA tentang firman
Allah Azza wa Jalla, "Maka jadilah Jibril dekat dengan Muhammad sedekat dua ujung busur panah atau lebih dekat lagi." (Qs. An-Najm (9):53) Maka Zirr bin Hubaisy menjawab, "Ibnu Ma'ud RA bercerita padaku bahwasanya Nabi SAW melihat Jibril AS yang mempunyai 600 sayap." {Muslim 1/109-110}
|
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى قَالَ رَآهُ بِفُؤَادِهِ مَرَّتَيْنِ
|
| Dari Ibnu Abbas RA, dia menjelaskan firman Allah, "Hati Muhammad tidak mendustakan apa yang telah ia lihat...dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril dalam rupanya yang asli pada waktu yang lain." (Qs. An-Najm (53): 11-13) Ibnu Abbas RA berkata, "Muhammad SAW melihat Jibril dua kali dengan hatinya." {Muslim 1/110}
|
Catatan Syaikh Al-Albani:
Saya berkata, Status Hadits ini adalah mauquf, karena pemahaman hadits ini bahwa Muhammad tidak melihat Jibril dengan matanya sendiri. Hadits ini tidak bertentangan dengan hadits 'Aisyah yang lalu bahwasanya 'Aisyah meniadakan ru'yah tersebut, karena yang dimaksud ru'yat di sini adalah ru'yatul 'aini (melihat langsung). Sebagaimana dalam hadits Abu Dzar, dia berkata, "Aku pernah bertanya kepada Rasulullah SAW Apakah engkau telah melihat Tuhanmu? Beliau menjawab/'Nur (cahaya), sesungguhnya aku melihatnya. Pada sisi lain hadits ini bertentangan dengan hadits 'Aisyah, bahwasanya dalam hadits ini 'Aisyah bertanya kepada Nabi SAW tentang firman Allah (yang artinya), "Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril dalam rupanya yang asli pada waktu yang lain"? Beliau menjawab. "Bahwasanya dia adalah Jibril AS." Dan dari sini tidak diragukan lagi bahwa hadits marfu' didahulukan daripada yang mauquf"