1/15/17

Tabir Tempat Buang Hajat

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ أَرْدَفَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ خَلْفَهُ فَأَسَرَّ إِلَيَّ حَدِيثًا لَا أُحَدِّثُ بِهِ أَحَدًا مِنْ النَّاسِ وَكَانَ أَحَبَّ مَا اسْتَتَرَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِحَاجَتِهِ هَدَفٌ أَوْ حَائِشُ نَخْلٍ قَالَ ابْنُ أَسْمَاءَ فِي حَدِيثِهِ يَعْنِي حَائِطَ نَخْلٍ
Dari Abdullah bin Ja'far RA, dia berkata, "Pada suatu hari saya pernah dibonceng oleh Rasulullah
SAW dibelakangnya maka beliau memberitahu saya suatu rahasia yang tidak saya beritakan kepada seorangpun. Adapun tabir yang paling disenangi oleh Rasulullah SAW untuk buang hajat adalah tebing (permukaan tinggi) dan tabir dari pohon kurma. (Ibnu Asma mengatakan di dalam haditsnya), maksudnya adalah tabir yang terbuat dari pohon kurma." {Muslim 1/184}