1/12/17

Status Amal Kebajikan Pada Masa Jahiliyyah (Sebelum Menjadi Muslim)

عن عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ أَنَّ حَكِيمَ بْنَ حِزَامٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ قَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيْ رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ أُمُورًا كُنْتُ أَتَحَنَّثُ بِهَا فِي الْجَاهِلِيَّةِ مِنْ صَدَقَةٍ أَوْ عَتَاقَةٍ أَوْ صِلَةِ رَحِمٍ أَفِيهَا أَجْرٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْلَمْتَ عَلَى مَا أَسْلَفْتَ مِنْ خَيْرٍ
Dari Urwah bin Az-Zubair, bahwa Hakim bin Hizam memberitahukan kepadanya, "Sesungguhnya ia
(Hakim bin Hizam) pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam "Wahai Rasulullah! Bagaimana menurut engkau tentang kebajikan yang pernah saya lakukan pada masa jahiliyah, seperti sedekah, memerdekakan budak atau silaturrahim, apakah ada pahalanya?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, "Kamu telah masuk Islam dengan mendapatkan (pahala) segala amal kebajikanmu sebelumnya" {Muslim 1/79}