1/17/17

Shalat Nabi SAW di Malam Hari dan Doanya

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ بِتُّ لَيْلَةً عِنْدَ خَالَتِي مَيْمُونَةَ فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ اللَّيْلِ فَأَتَى حَاجَتَهُ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ ثُمَّ نَامَ ثُمَّ قَامَ فَأَتَى الْقِرْبَةَ فَأَطْلَقَ شِنَاقَهَا ثُمَّ تَوَضَّأَ وُضُوءًا بَيْنَ الْوُضُوءَيْنِ وَلَمْ يُكْثِرْ وَقَدْ أَبْلَغَ ثُمَّ قَامَ فَصَلَّى فَقُمْتُ فَتَمَطَّيْتُ كَرَاهِيَةَ أَنْ يَرَى أَنِّي كُنْتُ أَنْتَبِهُ لَهُ فَتَوَضَّأْتُ فَقَامَ فَصَلَّى فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ فَأَخَذَ بِيَدِي فَأَدَارَنِي عَنْ يَمِينِهِ فَتَتَامَّتْ صَلَاةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ اللَّيْلِ ثَلَاثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً ثُمَّ اضْطَجَعَ فَنَامَ حَتَّى نَفَخَ وَكَانَ إِذَا نَامَ نَفَخَ فَأَتَاهُ بِلَالٌ فَآذَنَهُ بِالصَّلَاةِ فَقَامَ فَصَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ وَكَانَ فِي دُعَائِهِ اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا وَعَنْ يَمِينِي نُورًا وَعَنْ يَسَارِي نُورًا وَفَوْقِي نُورًا وَتَحْتِي نُورًا وَأَمَامِي نُورًا وَخَلْفِي نُورًا وَعَظِّمْ لِي نُورًا قَالَ كُرَيْبٌ وَسَبْعًا فِي التَّابُوتِ فَلَقِيتُ بَعْضَ وَلَدِ الْعَبَّاسِ فَحَدَّثَنِي بِهِنَّ فَذَكَرَ عَصَبِي وَلَحْمِي وَدَمِي وَشَعْرِي وَبَشَرِي وَذَكَرَ خَصْلَتَيْنِ

Dari Ibnu Abbas RA, dia berkata, "Pada suatu malam saya berada di rumah bibi saya Maimunah RA, lalu Nabi SAW bangun di malam hari, kemudian beliau memenuhi hajatnya, lalu membasuh wajah dan dua tangannya. Kemudian beliau tidur, lalu bangun dan mengambil wadah, kemudian melepas ikatannya, dan berwudhu di antara dua wudhu yang lain, dengan tidak memperbanyak penggunaan air. Beliau sempurnakan wudhunya kemudian berdiri melakukan shalat. Maka saya bangun lalu berjalan dengan langkah perlahan agar Nabi SAW tidak tahu bahwa saya memperhatikannya. Kemudian saya berdiri dan melakukan shalat. Saya berdiri di sebelah kiri beliau, kemudian beliau memegang tangan saya, tapi kemudian beliau memutar saya ke sebelah kanannya. Kemudian beliau menjadi imam shalat di malam itu sebanyak 13 rakaat. Setelah itu beliau berbaring, lalu tidur hingga suara nafasnya terdengar, kemudian Bilal mendatangi beliau, lalu menyerukan adzan. Rasulullah kemudian bangun untuk shalat tanpa berwudhu lagi. Di dalam doa beliau mengucapkan, 'Allaahummaj'al fii qalbii nuuran, wa fli basharii nuuran, wa fii sam'ii nuuran, wa 'anyamiiniinuurna, wa 'anyasaarii nuuran, wafauqii nuurna, wa tahtii nuuran, wa amaamii nuuran, wa khalfii nuuran, wa 'azhzhim lii nuuran.'' (Ya Allah jadikanlah cahaya dalam hatiku, dalam penglihatanku, dalam pendengaranku, di samping kananku, di samping kiriku, di atasku, di bavvahku, di depanku dan di belakangku serta agungkanlah cahaya untukku)." Kata Kuraib, "Dan tujuh perkara yang terlupakan dariku. Lalu saya bertemu dengan sebagian anak-anak Abbas. Kemudian dia memberitahukan saya tentang tujuh perkara tersebut, dia menyebutkan, 'Uratku, dagingku, darahku, rambutku dan kulitku.' Dia juga menyebutkan dua hal lainnya." {Muslim 2/178-179}
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ لِيُصَلِّيَ افْتَتَحَ صَلَاتَهُ بِرَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ
Dari Aisyah RA, dia berkata, "Biasanya Rasulullah SAW (ketika bangun di malam hari untuk shalat) memulai shalatnya dengan dua rakaat yang singkat." {Muslim 2/184}