1/18/17

Sedekah Kepada Sanak Kerabat

عن أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ يَقُولُ كَانَ أَبُو طَلْحَةَ أَكْثَرَ أَنْصَارِيٍّ بِالْمَدِينَةِ مَالًا وَكَانَ أَحَبُّ أَمْوَالِهِ إِلَيْهِ بَيْرَحَى وَكَانَتْ مُسْتَقْبِلَةَ الْمَسْجِدِ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْخُلُهَا وَيَشْرَبُ مِنْ مَاءٍ فِيهَا طَيِّبٍ قَالَ أَنَسٌ فَلَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ قَامَ أَبُو طَلْحَةَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ فِي كِتَابِهِ لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ وَإِنَّ أَحَبَّ أَمْوَالِي إِلَيَّ بَيْرَحَى وَإِنَّهَا صَدَقَةٌ لِلَّهِ أَرْجُو بِرَّهَا وَذُخْرَهَا عِنْدَ اللَّهِ فَضَعْهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ حَيْثُ شِئْتَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَخْ ذَلِكَ مَالٌ رَابِحٌ ذَلِكَ مَالٌ رَابِحٌ قَدْ سَمِعْتُ مَا قُلْتَ فِيهَا وَإِنِّي أَرَى أَنْ تَجْعَلَهَا فِي الْأَقْرَبِينَ فَقَسَمَهَا أَبُو طَلْحَةَ فِي أَقَارِبِهِ وَبَنِي عَمِّهِ
Dari Anas bin Malik RA, dia berkata, "Abu Thalhah adalah kaum Anshar yang paling banyak
hartanya di kota Madinah, dan harta yang paling dicintainya adalah kebun 'Bairaha' yang terletak dihadapan masjid. Rasulullah SAW pernah masuk ke taman itu dan meminum airnya yang segar. Anas berkata, "Tatkala turun ayat, {Kamu tidak akan memperoleh kebajikan sampai kamu infakkan sebagian harta yang kau cintai) (Qs. Aali Imraan(3): 92) Abu Thalhah menemui Rasulullah SAW seraya berkata, 'Sesungguhnya Allah berfirman dalam kitabnya, "Kamu tidak akan memperoleh kebajikan sehingga kamu menginfakkan sebagian dari harta yang kamu cintai," Sesungguhnya hartaku yang paling aku cintai adalah Bairaha, maka sekarang kebun itu aku serahkan karena Allah. Aku mengharapkan pahala-Nya sebagai tabungan di sisi Allah. Oleh karena itu manfaatkanlah, sesuka engkau wahai Rasulullah'." Rasulullah SAW menjawab, 'Wah itu harta yang paling menguntungkan, wah itu harta yang paling menguntungkan. Aku telah mendengar apa yang kamu katakan mengenai harta itu, tapi menurutku harta itu kamu serahkan saja kepada sanak kerabatmu.' Lalu Abu Thalhah membagikannya kepada sanak kerabatnya dan anak-anak pamannya." {Muslim 3/79}