1/19/17

Puasa Orang yang Junub Namun Sudah Masuk Waktu Fajar

عَنْ عَائِشَةَ وَأُمِّ سَلَمَةَ زَوْجَيْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُمَا قَالَتَا إِنْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيُصْبِحُ جُنُبًا مِنْ جِمَاعٍ غَيْرِ احْتِلَامٍ فِي رَمَضَانَ ثُمَّ يَصُومُ
Dari Aisyah dan Ummu Salamah, keduanya adalah istri Nabi SAW, keduanya berkata, "Jika
Rasulullah bangun pagi dalam keadaan junub karena bersetubuh -bukan karena mimpi- pada malam bulan Ramadhan, maka beliau meneruskan puasa." {Muslim 3/138}
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَجُلًا جَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَفْتِيهِ وَهِيَ تَسْمَعُ مِنْ وَرَاءِ الْبَابِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ تُدْرِكُنِي الصَّلَاةُ وَأَنَا جُنُبٌ أَفَأَصُومُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا تُدْرِكُنِي الصَّلَاةُ وَأَنَا جُنُبٌ فَأَصُومُ فَقَالَ لَسْتَ مِثْلَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ فَقَالَ وَاللَّهِ إِنِّي لَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَخْشَاكُمْ لِلَّهِ وَأَعْلَمَكُمْ بِمَا أَتَّقِي
Dari Aisyah RA, bahwa ada seorang lelaki mendatangi Rasulullah SAW untuk meminta fatwa, sementara Aisyah mendengarkan dari balik pintu. Lelaki itu berkata, "Wahai Rasulullah! Waktu shalat telah masuk, sedangkan saya dalam keadaan junub, apakah saya boleh berpuasa?" Beliau menjawab, "Begitu pula dengan aku, waktu shalat telah datang sedangkan aku dalam keadaan junub, maka aku terus berpuasa.' Pemuda itu berkata, "Engkau tidak seperti kami, wahai Rasul! Dosa-dosa engkau yang lampau dan yang akan datang telah diampuni Allah." Lalu Rasul menjawab, "Demi Allah! Sungguh aku berharap menjadi orang yang paling takut kepada Allah dan menjadi orang yang paling mengetahui cara-cara bertakwa." {Muslim 3/138}