1/16/17

Permulaan Adzan

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ كَانَ الْمُسْلِمُونَ حِينَ قَدِمُوا الْمَدِينَةَ يَجْتَمِعُونَ فَيَتَحَيَّنُونَ الصَّلَوَاتِ وَلَيْسَ يُنَادِي بِهَا أَحَدٌ فَتَكَلَّمُوا يَوْمًا فِي ذَلِكَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ اتَّخِذُوا نَاقُوسًا مِثْلَ نَاقُوسِ النَّصَارَى وَقَالَ بَعْضُهُمْ قَرْنًا مِثْلَ قَرْنِ الْيَهُودِ فَقَالَ عُمَرُ أَوَلَا تَبْعَثُونَ رَجُلًا يُنَادِي بِالصَّلَاةِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا بِلَالُ قُمْ فَنَادِ بِالصَّلَاةِ
Dari Abdullah bin Umar RA, dia berkata, "Ketika kaum muslimin sampai di Madinah, mereka
berkumpul menunggu datangnya waktu shalat, tetapi tak seorangpun yang menyerukan panggilan shalat. Sehingga pada suatu hari mereka memperbincangkan hal itu. Sebagian mereka berpendapat, "Gunakanlah lonceng seperti orang Nasrani." Sebagian lain mengusulkan, "Gunakanlah terompet seperti orang Yahudi." Maka Umar RA berkata, "Mengapa kalian tidak utus saja seorang untuk menyerukan panggilan shalat?" Lalu Rasulullah SAW bersabda, "Hai Bilal! Berdirilah, dan kumandangkan panggilan shalat." {Muslim 2/2}