1/16/17

Perempuan Haid Tidak Mengqadha Shalat, Namun Mengqadha Puasa

عَنْ مُعَاذَةَ قَالَتْ سَأَلْتُ عَائِشَةَ فَقُلْتُ مَا بَالُ الْحَائِضِ تَقْضِي الصَّوْمَ وَلَا تَقْضِي الصَّلَاةَ فَقَالَتْ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ قُلْتُ لَسْتُ بِحَرُورِيَّةٍ وَلَكِنِّي أَسْأَلُ قَالَتْ كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلَا نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلَاةِ

Dari Mu'adzah, dia berkata, "Saya pernah bertanya pada Aisyah RA, "Bagaimana dengan perempuan haid yang mengqadha puasa dan tidak mengqadha shalat?" Aisyah balik bertanya, "Apakah kamu termasuk golongan Haruriyah?" Saya menjawab, "Aku bukan termasuk golongan Haruriyah, aku hanya ingin bertanya." Aisyah mengatakan, "Kami juga pernah bertanya hal itu, lalu kami diperintahkan untuk mengqadha puasa, dan kami tidak diperintahkan untuk mengqadha shalat." {Muslim 1/182}