1/19/17

Perempuan Berhaji Harus Bersama Mahramnya

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ أَنْ تُسَافِرَ سَفَرًا يَكُونُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَصَاعِدًا إِلَّا وَمَعَهَا أَبُوهَا أَوْ ابْنُهَا أَوْ زَوْجُهَا أَوْ أَخُوهَا أَوْ ذُو مَحْرَمٍ مِنْهَا
Dari Abu Sa'id Al Khudri RA, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Seorang perempuan yang
beriman kepada Allah dan hari akhir tidak diperbolehkan menempuh perjalanan tiga hari atau lebih kecuali disertai oleh ayahnya atau putranya (yang sudah dewasa) atau suaminya, atau saudara laki-lakinya atau mahramnya yang lain'" {Muslim 4/104}
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ تُسَافِرُ مَسِيرَةَ يَوْمٍ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ
Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Seorang perempuan yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak diperbolehkan menempuh perjalanan sehari kecuali disertai oleh laki-laki mahramnya." {Muslim 4/104}
عن ابْنِ عَبَّاسٍ يَقُولُ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ يَقُولُ لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ وَلَا تُسَافِرْ الْمَرْأَةُ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ امْرَأَتِي خَرَجَتْ حَاجَّةً وَإِنِّي اكْتُتِبْتُ فِي غَزْوَةِ كَذَا وَكَذَا قَالَ انْطَلِقْ فَحُجَّ مَعَ امْرَأَتِكَ
Dari Ibnu Abbas RA, dia berkata, "Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda ketika beliau berkhutbah, 'Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang perempuan kecuali disertai mahramnya, dan janganlah seorang perempuan bepergian kecuali disertai oleh laki-laki mahramnya.' Lalu ada seorang laki-laki bertanya, 'Wahai Rasulullah! Istriku keluar untuk pergi haji, sedangkan aku diwajibkan untuk mengikuti peperangan ini dan itu?' Beliau menjawab, 'Tinggalkan tugas peperangan, lalu berhajilah untuk menemani istrimu?" {Muslim 4/104}