1/19/17

Pakaian yang Terlarang bagi Orang yang Berihram

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يَلْبَسُ الْمُحْرِمُ مِنْ الثِّيَابِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَلْبَسُوا الْقُمُصَ وَلَا الْعَمَائِمَ وَلَا السَّرَاوِيلَاتِ وَلَا الْبَرَانِسَ وَلَا الْخِفَافَ إِلَّا أَحَدٌ لَا يَجِدُ النَّعْلَيْنِ فَلْيَلْبَسْ الْخُفَّيْنِ وَلْيَقْطَعْهُمَا أَسْفَلَ مِنْ الْكَعْبَيْنِ وَلَا تَلْبَسُوا مِنْ الثِّيَابِ شَيْئًا مَسَّهُ الزَّعْفَرَانُ وَلَا الْوَرْسُ
Dari Ibnu Umar RA, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai pakaian
yang dikenakan oleh orang yang berihram, maka Rasulullah bersabda, "Janganlah kamu kenakan gamis/baju, serban, celana, tutup kepala, dan khuff, kecuali bagi orang yang tidak memiliki sandal maka boleh mengenakan khuff dengan dipotong lebih rendah dari mata kaki, dan janganlah mengenakan pakaian yang diolesi dengan minyak zafaran atau minyak wars" {Muslim 4/2}
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَخْطُبُ يَقُولُ السَّرَاوِيلُ لِمَنْ لَمْ يَجِدْ الْإِزَارَ وَالْخُفَّانِ لِمَنْ لَمْ يَجِدْ النَّعْلَيْنِ يَعْنِي الْمُحْرِمَ
Dari Ibnu Abbas RA, dia berkata, "Aku pernah mendengar Rasulullah berkhutbah dengan mengatakan, 'Celana boleh dipakai (oleh orang yang berihram) yang tidak mendapatkan kain sarung, dan khuff bagi orang yang tidak mendapatkan sandal.'" {Muslim 4/3}