1/18/17

Orang yang Boleh Meminta-minta

عَنْ قَبِيصَةَ بْنِ مُخَارِقٍ الْهِلَالِيِّ قَالَ تَحَمَّلْتُ حَمَالَةً فَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَسْأَلُهُ فِيهَا فَقَالَ أَقِمْ حَتَّى تَأْتِيَنَا الصَّدَقَةُ فَنَأْمُرَ لَكَ بِهَا قَالَ ثُمَّ قَالَ يَا قَبِيصَةُ إِنَّ الْمَسْأَلَةَ لَا تَحِلُّ إِلَّا لِأَحَدِ ثَلَاثَةٍ رَجُلٍ تَحَمَّلَ حَمَالَةً فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيبَهَا ثُمَّ يُمْسِكُ وَرَجُلٌ أَصَابَتْهُ جَائِحَةٌ اجْتَاحَتْ مَالَهُ فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيبَ قِوَامًا مِنْ عَيْشٍ أَوْ قَالَ سِدَادًا مِنْ عَيْشٍ وَرَجُلٌ أَصَابَتْهُ فَاقَةٌ حَتَّى يَقُومَ ثَلَاثَةٌ مِنْ ذَوِي الْحِجَا مِنْ قَوْمِهِ لَقَدْ أَصَابَتْ فُلَانًا فَاقَةٌ فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيبَ قِوَامًا مِنْ عَيْشٍ أَوْ قَالَ سِدَادًا مِنْ عَيْشٍ فَمَا سِوَاهُنَّ مِنْ الْمَسْأَلَةِ يَا قَبِيصَةُ سُحْتًا يَأْكُلُهَا صَاحِبُهَا سُحْتًا
Dari Qabishah bin Mukhariq Al Hilali RA, dia berkata, "Aku memikul suatu beban (hutang untuk
mendamaikan dua kabilah yang bersengketa), lalu aku datang kepada Rasulullah SAW untuk meminta pendapat dalam masalah ini. Lalu beliau bersabda, 'Pertahankanlah hingga sedekah datang kepada kita, maka aku akan memerintahkan untuk memberikannya kepadamu.' Lalu beliau berkata, 'Wahai Qabishah, sesungguhnya meminta-minta itu tidak diperkenankan kecuali dalam tiga hal; orang yang memikul beban hutang (gharim), maka dia diperbolehkan untuk meminta-minta hingga mendapatkan modal yang cukup dan kemudian berhenti; orang yang tertimpa musibah sehingga menghabiskan hartanya, maka diperbolehkan meminta-minta sampai ia mempunyai bekal hidup, atau beliau berkata, hingga ia bisa menutupi kebutuhan hidup; seorang yang tertimpa kemiskinan, hingga tiga orang yang terpercaya dari kaumnya mengatakan, " fulan tertimpa kemiskinan" maka ia dibolehkan meminta-minta sekedar dapat bertahan hidup. (Atau beliau berkata, "menutupi kebutuhan hidup") Adapun selain dari tiga macam orang tersebut, wahai Qubaishah, maka diharamkan meminta-minta.''" {Muslim 3/97-98}