1/27/17

Orang-orang yang Memberi Utang Dapat Mengambil Apa yang Didapatinya

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ أُصِيبَ رَجُلٌ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي ثِمَارٍ ابْتَاعَهَا فَكَثُرَ دَيْنُهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَصَدَّقُوا عَلَيْهِ فَتَصَدَّقَ النَّاسُ عَلَيْهِ فَلَمْ يَبْلُغْ ذَلِكَ وَفَاءَ دَيْنِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِغُرَمَائِهِ خُذُوا مَا وَجَدْتُمْ وَلَيْسَ لَكُمْ إِلَّا ذَلِكَ
Dari Abu Said Al Khudari RA, dia berkata, "'Pada masa Rasulullah SAW, ada seorang lelaki yang
dagangan buah-buahannya terkena penyakit. Oleh sebab itu, utang-utangnya pun menjadi banyak. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, 'Berilah sedekah kepada lelaki itu (untuk dapat melunasi utang-utangnya)' Lalu para sahabat memberikan sedekah kepadanya. Akan tetapi, uang sedekah itu belum dapat melunasi utang-utangnya. Akhirnya Rasulullah SAW bersabda (kepada orang yang berpiutang kepadanya), 'Ambillah apa yang kamu dapati darinya, karena tidak ada lagi bagimu selain barang-barang itu"' {Muslim: 5/30}