1/17/17

Mimbar Rasulullah dan Berdiri di Atasnya Ketika Shalat

عن أَبِي حَازِمٍ أَنَّ نَفَرًا جَاءُوا إِلَى سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَدْ تَمَارَوْا فِي الْمِنْبَرِ مِنْ أَيِّ عُودٍ هُوَ فَقَالَ أَمَا وَاللَّهِ إِنِّي لَأَعْرِفُ مِنْ أَيِّ عُودٍ هُوَ وَمَنْ عَمِلَهُ وَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَّلَ يَوْمٍ جَلَسَ عَلَيْهِ قَالَ فَقُلْتُ لَهُ يَا أَبَا عَبَّاسٍ فَحَدِّثْنَا قَالَ أَرْسَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى امْرَأَةٍ قَالَ أَبُو حَازِمٍ إِنَّهُ لَيُسَمِّهَا يَوْمَئِذٍ انْظُرِي غُلَامَكِ النَّجَّارَ يَعْمَلْ لِي أَعْوَادًا أُكَلِّمُ النَّاسَ عَلَيْهَا فَعَمِلَ هَذِهِ الثَّلَاثَ دَرَجَاتٍ ثُمَّ أَمَرَ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوُضِعَتْ هَذَا الْمَوْضِعَ فَهِيَ مِنْ طَرْفَاءِ الْغَابَةِ وَلَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ عَلَيْهِ فَكَبَّرَ وَكَبَّرَ النَّاسُ وَرَاءَهُ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ ثُمَّ رَفَعَ فَنَزَلَ الْقَهْقَرَى حَتَّى سَجَدَ فِي أَصْلِ الْمِنْبَرِ ثُمَّ عَادَ حَتَّى فَرَغَ مِنْ آخِرِ صَلَاتِهِ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي صَنَعْتُ هَذَا لِتَأْتَمُّوا بِي وَلِتَعَلَّمُوا صَلَاتِي
Dari Abu Hazim RA, bahwa sekelompok orang datang kepada Sahal bin Sa'ad RA. Mereka
berselisih, "Dari kayu apa mimbar Rasulullah SAW terbuat?" Sahal menjawab, "Demi Allah, sungguh aku tahu dari kayu apa mimbar itu dibuat dan siapa yang membuatnya. Aku juga melihat Rasulullah SAW duduk pertama kali di atas mimbar itu." Abu Hazim berkata kepada Sahal, "Hai Abu Abbas! Beritahu kepada kami!" Sahal menjawab, "Rasulullah SAW mengirim utusan kepada seorang perempuan (menurut Abu Hazim, pada saat itu dia sebutkan nama perempuan tersebut), 'Carilah pembantumu yang menjadi tukang kayu itu agar dia membuatkanku mimbar dari kayu untuk berkhutbah." Maka dia membuatnya dengan tiga tanjakan (undak)," lalu Rasulullah menyuruh agar mimbar itu diletakkan di tempat ini, dan mimbar tersebut dari kayu hutan yang bagus." Aku telah melihat Rasulullah SAW berdiri di atas mimbar itu, lalu bertakbir (shalat) dan orang-orang pun ikut shalat di belakang beliau, sedangkan beliau berada di atas mimbar. Kemudian beliau mundur hingga turun ke bagian terbawah, sampai beliau bersujud ke dasar mimbar, lalu kembali lagi ke atas mimbar sampai beliau selesai shalat, kemudian beliau menghadap kepada para jamaah, seraya bersabda, 'Saudara-saudara! Sesungguhnya aku lakukan ini agar kalian bisa jelas dalam bermakmum kepadaku, dan agar kalian mempelajari cara shalatku" {Muslim 2/74}