1/16/17

Menjaga Shalat Ashar dan Melarang Shalat Sunnah Setelahnya

عَنْ أَبِي بَصْرَةَ الْغِفَارِيِّ قَالَ صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعَصْرَ بِالْمُخَمَّصِ فَقَالَ إِنَّ هَذِهِ الصَّلَاةَ عُرِضَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ فَضَيَّعُوهَا فَمَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَ لَهُ أَجْرُهُ مَرَّتَيْنِ وَلَا صَلَاةَ بَعْدَهَا حَتَّى يَطْلُعَ الشَّاهِدُ وَالشَّاهِدُ النَّجْمُ
Dari Abu Bashrah Al Ghifari radhiyallahu 'anhu, dia berkata, "Rasulullah SAW pernah shalat Ashar
bersama kami di Al Mukhammas lalu beliau berkata, 'Bahwa shalat ini ditawarkan kepada orang yang sebelum kamu tapi mereka menyia-nyiakannya, maka barang siapa yang menjaga shalat ini, ia akan mendapat pahala dua kali dan tidak ada shalat setelahnya sampai bintang bermunculan (waktu Maghrib)" {Muslim 2/208}