1/17/17

Meninggalkan Shalat Sunah (Qabliyah dan Ba'diyyah) waktu Safar (Bepergian)

عن حَفْصِ بْنِ عَاصِمِ قَالَ صَحِبْتُ ابْنَ عُمَرَ فِي طَرِيقِ مَكَّةَ قَالَ فَصَلَّى لَنَا الظُّهْرَ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ أَقْبَلَ وَأَقْبَلْنَا مَعَهُ حَتَّى جَاءَ رَحْلَهُ وَجَلَسَ وَجَلَسْنَا مَعَهُ فَحَانَتْ مِنْهُ الْتِفَاتَةٌ نَحْوَ حَيْثُ صَلَّى فَرَأَى نَاسًا قِيَامًا فَقَالَ مَا يَصْنَعُ هَؤُلَاءِ قُلْتُ يُسَبِّحُونَ قَالَ لَوْ كُنْتُ مُسَبِّحًا لَأَتْمَمْتُ صَلَاتِي يَا ابْنَ أَخِي إِنِّي صَحِبْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي السَّفَرِ فَلَمْ يَزِدْ عَلَى رَكْعَتَيْنِ حَتَّى قَبَضَهُ اللَّهُ وَصَحِبْتُ أَبَا بَكْرٍ فَلَمْ يَزِدْ عَلَى رَكْعَتَيْنِ حَتَّى قَبَضَهُ اللَّهُ وَصَحِبْتُ عُمَرَ فَلَمْ يَزِدْ عَلَى رَكْعَتَيْنِ حَتَّى قَبَضَهُ اللَّهُ ثُمَّ صَحِبْتُ عُثْمَانَ فَلَمْ يَزِدْ عَلَى رَكْعَتَيْنِ حَتَّى قَبَضَهُ اللَّهُ وَقَدْ قَالَ اللَّهُ لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
Dari Hafsh bin 'Ashim, dia berkata, "Aku pernah menyertai Ibnu Umar RA dalam perjalanan ke kota
Makkah. Dia mengimami kami shalat Zhuhur dua rakaat, lalu pergi dan kami pun mengikutinya pergi, sampai dia mendatangi tempat kendaraanya. Lalu dia duduk dan kami pun duduk bersamanya, tiba-tiba dia menoleh ke arah di mana dia telah melakukan shalat. Di sana dia melihat orang-orang berdiri, kemudian dia bertanya, 'Apa yang akan mereka lakukan?' Aku menjawab, 'Mereka akan melakukan shalat sunah.' Dia berkata, 'Kalau aku harus shalat sunah (sesudah Qashar), niscaya aku sempurnakan shalatku empat rakaat. Hai kemenakanku! Sungguh aku telah menemani Rasulullah SAW dalam bepergian, beliau tidak pernah shalat lebih dari dua rakaat sampai dia wafat. Aku pernah menemani Umar RA dalam perjalanan, dia pun tidak pernah shalat lebih dari dua rakaat sampai dia wafat. Aku juga pernah menemani Utsman dalam perjalanan, dia pun tidak pernah shalat lebih dari dua rakaat sampai dia wafat. Sedangkan Allah telah berfirman, "Sungguh pada diri Rasulullah SA W terdapat suri tauladan yang baik bagimu. " (Qs. Al Ahzaab (33): 21) {Muslim 2/144}