1/17/17

Mengqashar Shalat di Mina

عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِنًى صَلَاةَ الْمُسَافِرِ وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ ثَمَانِيَ سِنِينَ أَوْ قَالَ سِتَّ سِنِينَ قَالَ حَفْصٌ (يعني عاصم): وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يُصَلِّي بِمِنًى رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَأْتِي فِرَاشَهُ فَقُلْتُ أَيْ عَمِّ لَوْ صَلَّيْتَ بَعْدَهَا رَكْعَتَيْنِ قَالَ لَوْ فَعَلْتُ لَأَتْمَمْتُ الصَّلَاةَ
Dari Ibnu Umar RA, dia berkata, "Nabi SAW pernah shalat di Mina seperti shalatnya musafir (orang
yang sedang dalam perjalanan), juga Abu Bakar, Umar dan Utsman selama delapan atau enam tahun. Hafash (yakni Ibnu Ashim) mengatakan bahwa Ibnu Umar pernah melakukan shalat di Mina dua rakaat (mengqashar), kemudian ia tidur. Aku bertanya padanya, "Wahai paman, apakah engkau shalat lagi dua rakaat sesudah itu?" Dia menjawab, "Kalau aku mau berbuat begitu, tentu aku telah menyempurkan shalat (empat rakaat)." {Muslim 2/146}