1/17/17

Mengqashar Shalat bagi Musafir Meskipun Dalam Keadaan Aman

عَنْ يَعْلَى بْنِ أُمَيَّةَ قَالَ قُلْتُ لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَقْصُرُوا مِنْ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَنْ يَفْتِنَكُمْ الَّذِينَ كَفَرُوا فَقَدْ أَمِنَ النَّاسُ فَقَالَ عَجِبْتُ مِمَّا عَجِبْتَ مِنْهُ فَسَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ صَدَقَةٌ تَصَدَّقَ اللَّهُ بِهَا عَلَيْكُمْ فَاقْبَلُوا صَدَقَتَهُ
Dari Ya'la bin Umayyah RA ia berkata, "Aku pernah menanyakan kepada Umar bin Khaththab RA
mengenai ayat, "...Maka tidaklah mengapa kamu mengqashar shalatmu jika kamu takut diserang orang kafir. " (Qs. An-Nisaa' (4): 101), padahal kaum muslimin dalam keadaan aman? Maka Umar menjawab, "Aku juga merasa heran sebagaimana kamu, lalu aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang hal itu. Beliau menjawab, 'itu adalah kemurahan yang diberikan Allah kepadamu, maka terimalah pemberian-Nya" {Muslim 2/143}
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ فَرَضَ اللَّهُ الصَّلَاةَ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْحَضَرِ أَرْبَعًا وَفِي السَّفَرِ رَكْعَتَيْنِ وَفِي الْخَوْفِ رَكْعَةً
Dari Ibnu Abbas RA, dia berkata, "Allah mewajibkan shalat melalui Nabimu empat rakaat pada waktu hadhar (tidak berpergian jauh), dua rakaat pada waktu safar (bepergian), dan satu rakaat pada saat khauf (sedang berperang)." {Muslim 3/143}