1/16/17

Menanti Dingin untuk Mengerjakan Shalat Ketika Hari Sangat Panas

عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ أَذَّنَ مُؤَذِّنُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالظُّهْرِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبْرِدْ أَبْرِدْ أَوْ قَالَ انْتَظِرْ انْتَظِرْ وَقَالَ إِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ فَإِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ فَأَبْرِدُوا عَنْ الصَّلَاةِ قَالَ أَبُو ذَرٍّ حَتَّى رَأَيْنَا فَيْءَ التُّلُولِ
Dari Abu Dzar RA, dia berkata, "Seorang mu'adzin Rasulullah mengumandangkan adzan Zhuhur,
lalu beliau berkata, "Tunggulah waktu teduh, tunggulah waktu teduh, atau tunggulah, tunggulah, bahwa hawa panas itu adalah dari hembusan/luapan neraka Jahannam, maka apabila udara sangat panas tangguhkanlah shalat untuk menunggu waktu teduh" Abu Dzar berkata, "Sampai kami melihat bayang-bayang bukit." {Muslim 2/108}