1/25/17

Memerdekakan Budak Dengan Cara Diundi

عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ أَنَّ رَجُلًا أَعْتَقَ سِتَّةَ مَمْلُوكِينَ لَهُ عِنْدَ مَوْتِهِ لَمْ يَكُنْ لَهُ مَالٌ غَيْرَهُمْ فَدَعَا بِهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَزَّأَهُمْ أَثْلَاثًا ثُمَّ أَقْرَعَ بَيْنَهُمْ فَأَعْتَقَ اثْنَيْنِ وَأَرَقَّ أَرْبَعَةً وَقَالَ لَهُ قَوْلًا شَدِيدًا
Dari Imran bin Hushain RA, bahwa seorang laki-laki (dalam riwayat yang lain terdapat tambahan:
Dari kaum Anshar) memerdekakan enam orang budaknya ketika dia akan mati, sedangkan dia tidak mempunyai harta selain enam orang budak tersebut. Lalu Rasulullah SAW memanggil enam budak itu, kemudian beliau membagi menjadi 3 bagian lalu mengundi di antara mereka. Setelah itu beliau memerdekakan dua orang, dan empat orang lainnya tetap sebagai budak. Beliau menyalahkan langkah pemilik budak tersebut. {Muslim 5/97}