1/17/17

Memejamkan Mata Mayit dan Mendoakannya Ketika Meninggal

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أَبِي سَلَمَةَ وَقَدْ شَقَّ بَصَرُهُ فَأَغْمَضَهُ ثُمَّ قَالَ إِنَّ الرُّوحَ إِذَا قُبِضَ تَبِعَهُ الْبَصَرُ فَضَجَّ نَاسٌ مِنْ أَهْلِهِ فَقَالَ لَا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ إِلَّا بِخَيْرٍ فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ يُؤَمِّنُونَ عَلَى مَا تَقُولُونَ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَبِي سَلَمَةَ وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ فِي الْمَهْدِيِّينَ وَاخْلُفْهُ فِي عَقِبِهِ فِي الْغَابِرِينَ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ وَنَوِّرْ لَهُ فِيهِ
Dari Ummu Salamah RA, dia berkata, "Rasulullah masuk ke tempat Abu Sulamah yang waktu itu
matanya telah terbelalak ke atas, lalu beliau memejamkannya. Beliau bersabda, 'Sesungguhnya jika nyawa dicabut akan diikuti oleh mata,' maka sanak famili Abu Salamah meratap, dan Rasulullah berkata, 'Janganlah engkau berdoa terhadap dirimu semua kecuali berupa kebaikan, karena sesungguhnya malaikat turut mengamini apa yang engkau ucapkan' Kemudian beliau berdoa, 'Ya Allah ampunilah Abu Salamah, dan angkatlah derajatnya dalam golongan orang-orang yang mendapat hidayah, berilah penggantinya setelah kematiannya dari keturunannya setelahnya, ampunilah kami dan dia wahai Tuhan penguasa Alam, berilah dia keluasan dalam kuburnya serta terangilah dia di dalamnya.""' {Muslim 3/38}