1/17/17

Larangan Meludah Ketika Shalat

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى نُخَامَةً فِي قِبْلَةِ الْمَسْجِدِ فَأَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ فَقَالَ مَا بَالُ أَحَدِكُمْ يَقُومُ مُسْتَقْبِلَ رَبِّهِ فَيَتَنَخَّعُ أَمَامَهُ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يُسْتَقْبَلَ فَيُتَنَخَّعَ فِي وَجْهِهِ فَإِذَا تَنَخَّعَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَنَخَّعْ عَنْ يَسَارِهِ تَحْتَ قَدَمِهِ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَلْيَقُلْ هَكَذَا وَوَصَفَ الْقَاسِمُ فَتَفَلَ فِي ثَوْبِهِ ثُمَّ مَسَحَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ
Dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah SAW pernah melihat dahak di kiblat masjid, lalu
beliau berkata kepada para sahabat, "Mengapa salah seorang dari kalian berdiri menghadap Tuhannya, sedangkan ia meludah di hadapannya? Adakah salah seorang dari kamu senang diludahi wajahnya ketika orang lain menghadapnya. Apabila salah seorang dari kamu meludah, maka meludahlah ke arah kiri di bawah telapak kakinya. Kalau tidak memungkinkan, maka lakukanlah seperti ini." {Rasulullah mempraktekkan meludah di pakaiannya, kemudian diusapkan sesama pakaiannya}. {Muslim 2/76}