1/17/17

Larangan Keras Meratapi Mayit

عن أَبي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرْبَعٌ فِي أُمَّتِي مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ لَا يَتْرُكُونَهُنَّ الْفَخْرُ فِي الْأَحْسَابِ وَالطَّعْنُ فِي الْأَنْسَابِ وَالْاسْتِسْقَاءُ بِالنُّجُومِ وَالنِّيَاحَةُ وَقَالَ النَّائِحَةُ إِذَا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِهَا تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَطِرَانٍ وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ
Dari Abu Malik Al Asy'ari RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Ada empat perkara yang
terdapat dalam ummatku yang berasal dari zaman jahiliyah namun belum mereka tinggalkan, (yaitu) berbangga pada kekayaan (leluhur), mencela keturunan orang lain, memohon hujan melalui bintang dan meratapi mayat" Lalu beliau berkata, Wanita yang meratapi mayit jika belum bertaubat sebelum kematiannya, maka ia akan disuruh berdiri pada hari kiamat sambil mengenakan pakaian hitam dari tir (qithran)serta pakaian dari kuman penyakit." {Muslim 3/45}