1/15/17

Kulit Bangkai Menjadi Suci Bila Disamak

عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ أَنَّ أَبَا الْخَيْرِ حَدَّثَهُ قَالَ رَأَيْتُ عَلَى ابْنِ وَعْلَةَ السَّبَإِيِّ فَرْوًا فَمَسِسْتُهُ فَقَالَ مَا لَكَ تَمَسُّهُ قَدْ سَأَلْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ قُلْتُ إِنَّا نَكُونُ بِالْمَغْرِبِ وَمَعَنَا الْبَرْبَرُ وَالْمَجُوسُ نُؤْتَى بِالْكَبْشِ قَدْ ذَبَحُوهُ وَنَحْنُ لَا نَأْكُلُ ذَبَائِحَهُمْ وَيَأْتُونَا بِالسِّقَاءِ يَجْعَلُونَ فِيهِ الْوَدَكَ فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ قَدْ سَأَلْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ دِبَاغُهُ طَهُورُهُ
Dari Yazid bin Abu Habib, bahwasanya Abdul Khair pernah memberitahu kepadanya dengan
mengatakan, "Saya pernah melihat tas kulit dibawa oleh Ibnu Wa'lah As-Sabai, kemudian saya menyentuhnya, maka ia berkata, "Mengapa kamu menyentuhnya?" Saya telah bertanya kepada Abdullah bin Abbas, saya berkata, "Kami pernah berada di Maroko bersama orang Barbar dan Majusi. kami diberi seekor kambing yang telah mereka sembelih namun kami tidak memakan sembelihan mereka, dan mereka membawakan kami wadah minuman yang terbuat dari kulit yang bertemak, kemudian Ibnu Abbas berkata, "Hal itu telah kami tanyakan kepada Rasulullah SAW, maka beliau menjawab, "Menyamak kulit bangkai berarti membuatnya suci." {Muslim 1/191}