1/19/17

Kayu Gaharu dan Kapur Barus

عَنْ نَافِعٍ قَالَ كَانَ ابْنُ عُمَرَ إِذَا اسْتَجْمَرَ اسْتَجْمَرَ بِالْأَلُوَّةِ غَيْرَ مُطَرَّاةٍ وَبِكَافُورٍ يَطْرَحُهُ مَعَ الْأَلُوَّةِ ثُمَّ قَالَ هَكَذَا كَانَ يَسْتَجْمِرُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Dari Nafi', dia berkata, "Apabila Ibnu Umar RA membuat wewangian, maka dia menggunakan kayu
gaharu tanpa dicampur dengan wewangian, tetapi dilembutkan dan dicampur kapur barus, lalu berkata, 'Cara inilah yang biasa dilakukan Rasulullah SAW saat membuat wewangian.'" {Muslim 7/48}