1/15/17

Istinja' Dengan Batu dan Larangan Istinja Dengan Kotoran Hewan atau Tulang

عَنْ سَلْمَانَ قَالَ قِيلَ لَهُ قَدْ عَلَّمَكُمْ نَبِيُّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلَّ شَيْءٍ حَتَّى الْخِرَاءَةَ قَالَ فَقَالَ أَجَلْ لَقَدْ نَهَانَا أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ لِغَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِالْيَمِينِ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِأَقَلَّ مِنْ ثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِرَجِيعٍ أَوْ بِعَظْمٍ
Dari Salman RA, dia berkata bahwa dia pernah ditanya, "Apakah kamu telah diajari oleh Nabimu
tentang segala sesuatu termasuk cara buang air?" Salman berkata, "Ya, sungguh kami dilarang oleh Rasulullah SAW untuk menghadap kiblat ketika buang hajat atau beristinja dengan tangan kanan, atau beristinja dengan batu yang kurang dari tiga buah atau beristinja dengan kotoran atau dengan tulang." {Muslim 1/154