1/18/17

Himbauan Bersedekah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا يَسُرُّنِي أَنَّ لِي أُحُدًا ذَهَبًا تَأْتِي عَلَيَّ ثَالِثَةٌ وَعِنْدِي مِنْهُ دِينَارٌ إِلَّا دِينَارٌ أَرْصُدُهُ لِدَيْنٍ عَلَيَّ
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Aku tidak merasa gembira seandainya aku
memiliki emas sebesar gunung Uhud, jika pada hari ketiga masih tersisa satu dinar yang aku persiapkan untuk membayar hutangku." {Muslim 3/75}
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ وَأَكْثِرْنَ الِاسْتِغْفَارَ فَإِنِّي رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ فَقَالَتْ امْرَأَةٌ مِنْهُنَّ جَزْلَةٌ وَمَا لَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ قَالَ تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ وَمَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَغْلَبَ لِذِي لُبٍّ مِنْكُنَّ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا نُقْصَانُ الْعَقْلِ وَالدِّينِ قَالَ أَمَّا نُقْصَانُ الْعَقْلِ فَشَهَادَةُ امْرَأَتَيْنِ تَعْدِلُ شَهَادَةَ رَجُلٍ فَهَذَا نُقْصَانُ الْعَقْلِ وَتَمْكُثُ اللَّيَالِي مَا تُصَلِّي وَتُفْطِرُ فِي رَمَضَانَ فَهَذَا نُقْصَانُ الدِّينِ
Dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW bersabda, "Wahai kaum wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar! Sesungguhnya aku melihat bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah kaum wanita! Lalu seorang wanita yang cerdas di antara mereka bertanya, "Ya Rasulullah, kenapa kami yang lebih banyak menjadi penghuni neraka?" Beliau menjawab, "Kalian banyak melaknat dan mengingkari kebaikan suami, dan aku tidak melihat orang yang akalnya serta agamanya lebih sedikit daripada kalian secara umum dari orang yang berakal." Perempuan itu bertanya lagi, "Ya Rasulullah! Apa yang dimaksud dengan kurangnya akal dan agama?" Beliau menjawab, "Adapun maksud kurangnya akal yaitu, bahwa kesaksian dua orang perempuan sama dengan kesaksian seorang laki-laki, ini menandakan kurangnya akal. Sedangkan kamu tidur dan tidak bangun pada malam hari untuk melakukan shalat, serta kamu berbuka (karena udzur syar'i) di bulan Ramadhan. Semua ini menandakan kurangnya agama {Muslim 1/61}