1/19/17

Firman Allah, "Hingga tampak bagimu benang putih dari benang merah"

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَغُرَّنَّكُمْ مِنْ سَحُورِكُمْ أَذَانُ بِلَالٍ وَلَا بَيَاضُ الْأُفُقِ الْمُسْتَطِيلُ هَكَذَا حَتَّى يَسْتَطِيرَ هَكَذَا وَحَكَاهُ حَمَّادٌ بِيَدَيْهِ قَالَ يَعْنِي مُعْتَرِضًا
Dari Samruh bin Jundub RA, dia berkata, "Rasulullah bersabda, 'Jangan sampai adzan Bilal
mengganggu sahurmu, jangan (pula mengganggu sahurmu) warna putih di langit yang memanjang seperti ini.'" Diceritakan oleh Hammad dengan tangannya, dia berkata, "Maksudnya adalah melintang." {Muslim 3/130}
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمْ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنْ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ قَالَ فَكَانَ الرَّجُلُ إِذَا أَرَادَ الصَّوْمَ رَبَطَ أَحَدُهُمْ فِي رِجْلَيْهِ الْخَيْطَ الْأَسْوَدَ وَالْخَيْطَ الْأَبْيَضَ فَلَا يَزَالُ يَأْكُلُ وَيَشْرَبُ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُ رِئْيُهُمَا فَأَنْزَلَ اللَّهُ بَعْدَ ذَلِكَ مِنْ الْفَجْرِ فَعَلِمُوا أَنَّمَا يَعْنِي بِذَلِكَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ
Dari Sahal bin Sa'ad RA, dia berkata, "Ketika turun ayat, 'Dan makan serta minumlah kalian hingga tampak benang putih dari benang hitam.' Maka seorang lelaki ketika hendak berpuasa ia mengikat benang hitam dan benang putih di kedua kakinya. Lelaki itu masih terus makan dan minum sampai jelas olehnya perbedaan antara keduanya. Lalu turunlah setelah itu firman Allah, (sampai waktu fajar), barulah mereka memahami bahwa yang dimaksud adalah perbedaan waktu malam dengan siang." {Muslim 3/128}