1/25/17

Berkabung Pada Masa Iddah Tanpa Bercelak

عَنْ حُمَيْدِ بْنِ نَافِعٍ عَنْ زَيْنَبَ بِنْتِ أَبِي سَلَمَةَ أَنَّهَا أَخْبَرَتْهُ هَذِهِ الْأَحَادِيثَ الثَّلَاثَةَ قَالَ قَالَتْ زَيْنَبُ دَخَلْتُ عَلَى أُمِّ حَبِيبَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ تُوُفِّيَ أَبُوهَا أَبُو سُفْيَانَ فَدَعَتْ أُمُّ حَبِيبَةَ بِطِيبٍ فِيهِ صُفْرَةٌ خَلُوقٌ أَوْ غَيْرُهُ فَدَهَنَتْ مِنْهُ جَارِيَةً ثُمَّ مَسَّتْ بِعَارِضَيْهَا ثُمَّ قَالَتْ وَاللَّهِ مَا لِي بِالطِّيبِ مِنْ حَاجَةٍ غَيْرَ أَنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ عَلَى الْمِنْبَرِ لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ تُحِدُّ عَلَى مَيِّتٍ فَوْقَ ثَلَاثٍ إِلَّا عَلَى زَوْجٍ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا
Dari Humaid bin Nafi', dari Zainab binti Abu Salamah. bahwa Zainab memberitahukan kepada
Humaid tiga hal berikut:
1. Humaid berkata, Zainab mengatakan, 'Aku mendatangi Ummu Habibah, (istri Nabi SAW) ketika ayahnya, (Abu Sufyan) meninggal. Ummu Habibah meminta wewangian yang berwarna kuning, parfum atau lainnya, lalu dia oleskan kepada seorang gadis, dan dia sentuhkan pada kedua pipi gadis itu. Lalu Ummu Habibah mengatakan, "Demi Allah! aku tidak perlu memakai wewangian, karena aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda di atas mimbar, 'Seorang perempuan yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak boleh berkabung atas kematian seseorang lebih dari tiga hari kecuali atas kematian suaminya, maka masa berkabungnya adalah empat bulan sepuluh hari."
قَالَتْ زَيْنَبُ ثُمَّ دَخَلْتُ عَلَى زَيْنَبَ بِنْتِ جَحْشٍ حِينَ تُوُفِّيَ أَخُوهَا فَدَعَتْ بِطِيبٍ فَمَسَّتْ مِنْهُ ثُمَّ قَالَتْ وَاللَّهِ مَا لِي بِالطِّيبِ مِنْ حَاجَةٍ غَيْرَ أَنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ عَلَى الْمِنْبَرِ لَا يَحِلُّ لِامْرَأَةٍ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ تُحِدُّ عَلَى مَيِّتٍ فَوْقَ ثَلَاثٍ إِلَّا عَلَى زَوْجٍ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا
2. Zainab berkata: "Kemudian aku datang ke rumah Zainab binti Jahsy ketika saudara laki-lakinya meninggal. Dia lalu meminta wewangian, kemudian dia sentuh sedikit, lalu dia berkata, 'Demi Allah, aku tidak memerlukan wewangian, karena aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda di atas mimbar, "Seorang perempuan yang beriman kepada Allah dan hari akhir tidak boleh berkabung atas kematian seseorang lebih dari tiga hari, kecuali atas kematian suaminya, maka berkabungnya adalah empat bulan sepuluh hari?""
قَالَتْ زَيْنَبُ سَمِعْتُ أُمِّي أُمَّ سَلَمَةَ تَقُولُ جَاءَتْ امْرَأَةٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ ابْنَتِي تُوُفِّيَ عَنْهَا زَوْجُهَا وَقَدْ اشْتَكَتْ عَيْنُهَا أَفَنَكْحُلُهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا كُلَّ ذَلِكَ يَقُولُ لَا ثُمَّ قَالَ إِنَّمَا هِيَ أَرْبَعَةُ أَشْهُرٍ وَعَشْرٌ وَقَدْ كَانَتْ إِحْدَاكُنَّ فِي الْجَاهِلِيَّةِ تَرْمِي بِالْبَعْرَةِ عَلَى رَأْسِ الْحَوْلِ قَالَ حُمَيْدٌ قُلْتُ لِزَيْنَبَ وَمَا تَرْمِي بِالْبَعْرَةِ عَلَى رَأْسِ الْحَوْلِ فَقَالَتْ زَيْنَبُ كَانَتْ الْمَرْأَةُ إِذَا تُوُفِّيَ عَنْهَا زَوْجُهَا دَخَلَتْ حِفْشًا وَلَبِسَتْ شَرَّ ثِيَابِهَا وَلَمْ تَمَسَّ طِيبًا وَلَا شَيْئًا حَتَّى تَمُرَّ بِهَا سَنَةٌ ثُمَّ تُؤْتَى بِدَابَّةٍ حِمَارٍ أَوْ شَاةٍ أَوْ طَيْرٍ فَتَفْتَضُّ بِهِ فَقَلَّمَا تَفْتَضُّ بِشَيْءٍ إِلَّا مَاتَ ثُمَّ تَخْرُجُ فَتُعْطَى بَعْرَةً فَتَرْمِي بِهَا ثُمَّ تُرَاجِعُ بَعْدُ مَا شَاءَتْ مِنْ طِيبٍ أَوْ غَيْرِهِ
Zainab berkata: "Aku pernah mendengar Ummu Salamah berkata, 'Seorang wanita datang kepada Rasulullah SAW lalu berkata, "Ya Rasulullah! Anak perempuan saya ditinggal mati suaminya sedangkan matanya sakit, apakah kami boleh mengoleskan celak mata kepadanya?" Rasulullah SAW menjawab, "Jangan." Beliau mengulang jawaban itu dua atau tiga kali. Masing-masing jawaban yang beliau ucapkan adalah jangan!' selanjutnya beliau bersabda, "Sesungguhnya iddahnya adalah empat bulan sepuluh hari. Dulupada zaman Jahiliyah orang perempuan yang suaminya meninggal dia melemparkan kotoran hewan di penghujung tahun'.'" Humaid berkata: "Aku tanyakan kepada Zainab, Apakah maksudnya melemparkan kotoran hewan di penghujung tahun?' Zainab mengatakan: "Dulu seorang perempuan apabila suaminya meninggal. dia tidak keluar rumah dan mengenakan pakaian yang jelek-jelek serta tidak memakai wewangian ataupun perhiasan apapun sampai setahun lamanya. Setelah itu perempuan tersebut diberi seekor hewan— keledai, kambing, atau burung—lalu dia menjatuhkan sesuatu pada hewan tersebut sehingga hewan itu kebanyakan mati. Setelah itu perempuan tersebut keluar lalu diberi kotoran hewan, kemudian dia melemparkannya. Setelah itu perempuan tadi boleh memakai wewangian dan sebagainya yang dia sukai." {Muslim 4/202}