1/19/17

Barang Siapa Telah Thawaf di Baitullah maka Dia Telah Bertahallul

عن ابْنِ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ قَالَ كَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ يَقُولُ لَا يَطُوفُ بِالْبَيْتِ حَاجٌّ وَلَا غَيْرُ حَاجٍّ إِلَّا حَلَّ قُلْتُ لِعَطَاءٍ مِنْ أَيْنَ يَقُولُ ذَلِكَ قَالَ مِنْ قَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى ثُمَّ مَحِلُّهَا إِلَى الْبَيْتِ الْعَتِيقِ قَالَ قُلْتُ فَإِنَّ ذَلِكَ بَعْدَ الْمُعَرَّفِ فَقَالَ كَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ يَقُولُ هُوَ بَعْدَ الْمُعَرَّفِ وَقَبْلَهُ وَكَانَ يَأْخُذُ ذَلِكَ مِنْ أَمْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ أَمَرَهُمْ أَنْ يَحِلُّوا فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ
Dari Ibnu Juraij, aku pernah diberitahu oleh Atha', dia berkata, "Ibnu Abbas RA pernah berkata,
'Orang yang sedang berhaji maupun tidak, tidaklah melakukan thawaf di Baitullah melainkan dia telah bertahallul (di luar ihram).' Aku tanyakan kepada Atha', 'Apa dasarnya Ibnu Abbas mengatakan begitu?' Atha' menjawab, 'Dari firman Allah SWT (yang artinya), "Kemudian tempat wajib serta akhir masa menyembelihnya ialah setelah sampai ke Baitul Atiq (Ka'bah)." (Qs. Al Hajj(22): 33) Kata Ibnu Juraij, "Aku tanyakan kepada Atha', 'Itu setelah wukuf di Arafah?' Jawab Atha' 'Ibnu Abbas mengatakan bahwa demikian itu sesudah dan sebelum wukuf di Arafah, dan dia mengambil pemahaman seperti itu dari perintah Nabi ketika beliau memerintahkan orang-orang agar bertahallul pada haji Wada'."' {Muslim 4/58}