1/12/17

Apabila Seorang Budak Melarikan Diri maka Ia dalam Keadaan Kufur

عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ جَرِيرٍ أَنَّهُ سَمِعَهُ يَقُولُ أَيُّمَا عَبْدٍ أَبَقَ مِنْ مَوَالِيهِ فَقَدْ كَفَرَ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَيْهِمْ قَالَ مَنْصُورٌ قَدْ وَاللَّهِ رُوِيَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَكِنِّي أَكْرَهُ أَنْ يُرْوَى عَنِّي هَهُنَا بِالْبَصْرَةِ
Dari Asy-Sya'bi dari Jarir radhiyallahu 'anhu bahwasanya ia telah mendengar Jarir berkata, "Apabila
seorang budak lari dari majikannya maka ia (dalam keadaan) kufur hingga ia kembali kepada majikannya. Lalu manshur mengatakan, "Demi Allah, sesungguhnya telah meriwayatkan hadits ini dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, tetapi saya tidak senang diriwayatkan dari saya di Bashrah ini." {Muslim 1/59}
عَنْ جَرِيرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَبَقَ الْعَبْدُ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ
Dari Jarir radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda, "Apabila seorang budak melarikan diri (dari majikannya) maka shalatnya tidak diterima." {Muslim 1/59}