1/17/17

Anjuran Shalat Sunah di Malam Ramadhan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَغِّبُ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ فَيَقُولُ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ فَتُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْأَمْرُ عَلَى ذَلِكَ ثُمَّ كَانَ الْأَمْرُ عَلَى ذَلِكَ فِي خِلَافَةِ أَبِي بَكْرٍ وَصَدْرًا مِنْ خِلَافَةِ عُمَرَ عَلَى ذَلِكَ
Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW pernah menganjurkan shalat sunah di malam
Ramadhan tanpa memerintahkannya secara tegas. Beliau bersabda, "Barang siapa menghidupkan malam Ramadhan karena iman dan hanya untuk mencari ridha Allah, maka diampuni dosanya yang telah lalu" Sampai Rasulullah SAW wafat, sedangkan perintah tetap seperti itu. Pada masa Abu Bakar juga tetap seperti itu, demikian pula pada masa permulaan khilafah Umar RA. {Muslim 2/77}