1/17/17

Anjuran Mengafani Mayit Dengan Baik

عن جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ يَوْمًا فَذَكَرَ رَجُلًا مِنْ أَصْحَابِهِ قُبِضَ فَكُفِّنَ فِي كَفَنٍ غَيْرِ طَائِلٍ وَقُبِرَ لَيْلًا فَزَجَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُقْبَرَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهِ إِلَّا أَنْ يُضْطَرَّ إِنْسَانٌ إِلَى ذَلِكَ وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَفَّنَ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ فَلْيُحَسِّنْ كَفَنَهُ
Dari Jabir bin Abdullah RA, dia berkata, "Suatu hari Rasulullah SAW berkhutbah lalu menyebutkan
salah seorang sahabatnya yang meninggal yang dikafani dengan kain yang tidak menutupi seluruh badannya, kemudian dimakamkan di malam harinya. Rasulullah SAW melarang untuk menguburkannya pada malam hari sampai dia dishalatkan, kecuali jika keadaannya sangat terpaksa. Lalu Rasulullah SAW berkata, 'Apabila di antara kamu mengafani saudaranya, maka hendaknya ia memperbagus kafannya.''" {Muslim 3/50}